Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Aktivis China yang Buta Dihukum Penjara


Posted: Aug. 26, 2006 01:25:46 WIB
aktivis-china-yang-buta-dihukum-penjara

Aktivis buta Chen Guangcheng (Foto: AP/Pendukung Chen Guangcheng, HO)

BEIJING (AP) - Seorang aktivis buta yang ditangkap setelah mencatat pengaduan-pengaduan mengenai pemaksaan aborsi dihukum Kamis selama empat tahun dan tiga bulan di penjara atas dasar yang dinamakan tuduhan-tuduhan palsu oleh pendukungnya, kata seorang pengacara pembela.

Dalam file foto yang tidak diketahui tanggalnya yang dirilis oleh pendukungnya ini, aktivis buta Chen Guangcheng terlihat di sebuah desa di China. Chen yang ditangkap setelah mencatat pengaduan-pengaduan yang dinyatakan oleh para penduduk desa di China, dihukum Kamis, 24 Agustus untuk empat tahun dan tiga bulan di penjara lapor Kantor Berita Xinhua.

Chen Guangcheng didakwa merusakkan properti dan "menyelenggarakan sekelompok mafia untuk mengganggu lalu lintas" dalam sebuah pengadilan di sebelah timur Shandong, kata Xinhua.

Para pendukung Chen mengatakan pihak berwenang setempat memalsukan dakwaan terhadap dirinya berkaitan dengan aktivitasnya.

"Saya sangat marah atas hukuman tersebut," kata Li Fangping, anggota tim pengacara sukarela untuk Chen. "Seluruh sistem keadilan bertindak benar-benar ilegal dalam kasus Chen Guangcheng."

Li mengatakan Chen akan naik banding.

Chen disidangkan minggu lalu tanpa pengacaranya setelah polisi menahan tiga anggota tim pembela atas tuduhan pencurian dan menolak memberikan mereka bukti yang memberatkan mereka.

Departemen Dalam Negeri AS mengkritik detensi atas pengacara-pengacara itu, menyatakan hal ini akan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan mengenai komitmen China dalam aturan hukum.

Chen, yang buta akibat demam tinggi sejak balita, mengajar dirinya sendiri tata hukum untuk melawan diskriminasi terhadap dirinya dan petani-petani yang cacat di provinsi kampung halamannya di Shandong.

Ia ditangkap setelah mencatat pengaduan-pengaduan oleh penduduk desa yang mengatakan mereka dipaksa untuk menjalani aborsi dan sterilisasi untuk memenuhi batas kelahiran dibawah undang-undang China yang membatasi kebanyakan psangan di perkotaan untuk hanya mempunyai satu anak saja dan kebanyakan di pedesaan dua anak.

Praktek-praktek semacam itu ilegal, namun pihak berwenang setempat seringkali memberikan angka-angka yang tidak benar karena takut dihukum melampaui kuota jumlah kelahiran.

Usaha-usaha Chen mencatat pengaduan-pengaduannya memicu agen keluarga berencana China untuk menginvstigasi hal ini. Lembaga itu mengkonfirmasi klaim-klaim itu dan mengatakan beberapa petugas berwenang telah ditahan atau dipecat.

Sejak Agustus lalu, Chen dan anggota keluarganya telah dipukuli, diancam dan ditawan di rumah mereka oleh bandit-bandit. Istrinya, Yuan Weijing, mengatakan mereka disewa oleh pihak berwenang setempat.

Tim hukum Chen termasuk beberapa pengacara aktivis paling terkemuka di China dan seorang profesor hukum terkemuka dari Beijing.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Copyright © 2006 The Associated Press. All rights reserved. The information contained in the AP News report may not be published, broadcast, rewritten or redistributed without the prior written authority of The Associated Press.

Next Story : Majelis-majelis Agama Indonesia Kecam Perusakan Gereja di Malaysia

Terpopuler

Headlines Hari ini