Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Cina Mengumumkan Rencananya Tentang Hak Asasi Manusia Kepada Dunia

Ethan Cole
Koresponden Kristiani Pos

Posted: Nov. 10, 2008 19:07:50 WIB

Cina akan mengeluarkan sebuah “rencana aksi mengenai hak asasi manusi” guna mengembangkan demokrasi dan memperkuat peraturan hukum,”menurut keterangan salah seorang pejabat pemerintahan Cina minggu ini.

Ini adalah yang pertama kalinya pemerintah komunis terus menerus menghadapi kritikan dari dunia internasional terhadap catatan hak asasi manusia yang rencananya akan diumumkan sebagai suatu perubahan mengenai hak asasi manusia terhadap warga negaranya.

“Menghormati dan melindungi hak asasi manusia….merupakan suatu tujuan dan prinsip yang sangat penting bagi pemerintah Cina dan partai komunis,”tutur Wang Chen kepala Dewan Informasi Pemerintahan kepada kantor berita resmi Xinhua.

Akan tetapi dia tidak mengatakan kapan rencana tersebut akan dikeluarkan dan tidak menunjukkan apakah kementrian pertahanan dan keamanan negara bagian juga akan dilibatkan di dalamnya, menurut Reuters.

Rencana ini disebutkan akan menjadi cetak biru bagi perubahan di masa depan yang mana di dalamnya mencakup “pengembangan demokrasi, memperkuat pemerintahan yang berdasakan hukum, memperbaiki mata pencaharian bagi rakyat,melindungi hak-hak perempuan, anak-anak dan etnis minoritas, serta meningkatkan kesadaran akan hak asasi manusia,”berdasarkan laporan dari sebuah kantor berita.

Akan tetapi pemberitahuan tersebut ditanggapi skeptis oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia yang mana mereka menuduh hal tersebut sebagai suatu cara Beijing untuk menarik perhatian masyarakat untuk waktu tiga bulan ke depan sebagai masa tinjauan bagi negara tersebut yang dilakukan oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

"Kebanyakan pengamat internasional yang mengikuti perkembangan hak asasi di Cina menganggap semua hal ini hanya sekedar obat cuci mata,”ujar Jerome Co- Hen, anggota senior Council on Foreign Relations di New York, menurut Los Angeles Times. "Merupakan suatu yang luar biasa apabila pemerintah Cina mau membuka diri dan mendiskusikan kasus-kasus yang terjadi. Para pengamat hak asasi manusia hanya menginginkan suatu kenyataan, bukannya sesuatu yang bersifat prinsip.

Dilain pihak banyak orang merasa optimis terhadap pemberitahuan tersebut, dan mengatakan bahwa setidaknya Cina mau mengakui betapa pentingnya hak asasi manusia itu.

"Lima tahun lalu anda bahkan tidak dapat mengatakan tentang hak asasi manusia di Cina, oleh karena itu sepantasnya pemerintah Cina dihargai karena setidaknya telah mengucapkan suatu kata mengenai hak asasi manusia,”ujar Sara Davis, direktur eksekutif New York-basis dari Asia Catalyst, yang menyediakan bantuan kepada kelompok-kelompok di Cina yang memperjuangkan hak asasi manusia.

"Apa yang sangat dibutuhkan saat ini adalah perbaikan hukum dan prosedur undang-undang kriminalitas. Hal tersebut akan menjadi perwujudan nyata dari rencana mereka,”tambahnya. " Serta dapat juga memberikan perlindungan guna melawan penyalahgunaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Jika hal tersebut termasuk di dalamnya, maka ini merupakan suatu yang pantas dirayakan.

Cina dikenal banyak memenjarakan para pembangkang politik dan kaum minoritas agama, termasuk Kristiani di gereja-gereja rumah, yang mana keberadaannya tidak duisetujui oleh badan keagamaan pemerintah. Cina juga dikenal banyak menyiksa para tawanan serta memenjarakan orang tanpa melakukan pemeriksaan pengadilan terlebih dahulu.

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in asia

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini