Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

1.500 Orang Hilang, Diperkirakan Tewas Akibat Banjir di Filipina


Posted: Feb. 18, 2006 18:00:08 WIB

Setidaknya sekitar 1.500 orang hilang dan minimal 200 orang tewas setelah longsoran bercampur lumpur menyapu rumah-rumah dan beberapa sekolah dasar di Pulau Leyte, Filipina tengah, Jumat (17/2) pagi.

Longsor terjadi akibat hujan yang sangat deras sehingga membuat lereng-lereng bukit ambruk karena tidak kuat lagi menahan resapan air.

Di sekolah-sekolah itu, para siswa yang sedang belajar turut tersapu longsoran pada Jumat pagi waktu setempat.

Televisi lokal memperlihatkan hanya ada pohon-pohon kelapa dan beberapa atap bangunan yang tersisa, di wilayah berbukit di desa pertanian Guinsaugon, Provinsi Leyte. Petugas penyelamat merasakan sebuah ketakutan besar karena masih mendengar suara longsor, kata Maria Lim, Wali Kota Saint Bernard.

Hujan dan longsoran lumpur tebal itu juga menutupi jalan-jalan dan menghancurkan beberapa jembatan. Kurangnya alat-alat berat untuk membersihkan longsoran telah menghambat upaya penyelamatan. Bantuan-bantuan lewat penerbangan juga ditunda.

Dari Geneva, Federasi Internasional Palang Merah menyatakan, sekitar 90 persen daerah itu tersapu longsoran dan dikhawatirkan angka kematian akan tinggi. Para tentara juga mundur karena longsoran masih bergemuruh, kata Kolonel Raul Farnacio yang mengepalai operasi penyelamatan.

Dia mengatakan, baru 15 jenazah yang ditemukan dan 36 orang yang sempat terkubur ditemukan masih bernyawa di desa Guinsaugon yang berpenduduk 1.860 orang.

Rosetta Lerias, Gubernur Leyte Selatan, mengatakan, sekolah-sekolah lokal berisi penuh dengan para siswa yang sedang belajar dan juga para wanita yang sedang melakukan perayaan. "Saya tidak lagi melihat rumah-rumah dan bangunan-bangunan. Yang ada hanya genangan lumpur. Ya Tuhan, ini tragedi," ujarnya.

"Pertolongan sedang dalam perjalanan," kata Presiden Gloria Macapagal-Arroyo seraya menambahkan bahwa pasukan angkatan laut dan kapal-kapal penjaga pantai sudah dikerahkan ke desa yang ada di pantai, namun tergolong terpencil itu.

Next Story : Majelis-majelis Agama Indonesia Kecam Perusakan Gereja di Malaysia

Terpopuler

Headlines Hari ini