Menanggapi kebijakan Pemkot yang melarang kebaktian Mingguan di gedung serbaguna, tidak membuat pihak IFGF GISI (Gereja Injili Seutuhnya Internasional) ikut menentang keputusan tersebut. Tanggapan bijak malah disampaikan Gembala Senior IFGF GISI Manado, Pdt Drs Abraham Yuwono STh.
Dalam pernyataannya Selasa (20/12) yang diberitakan Harian Komentar, Pdt Yuwono sedikit menceritakan latar belakang IFGF GISI memakai gedung milik pemkot tersebut. "Kami memakai gedung serba guna pemkot, karena IFGF GISI sedang membangun gedung gereja di Winangun. Jadi selama proses pembangunan itulah kami menyewa gedung tersebut," ungkapnya seraya menambahkan, sekarang ini gedung milik GISI sudah bisa ditempati.
Oleh karena itu, Yuwono menambahkan, ketika Kabag Umum Pemkot tertanggal 12 Desember 2005 menyuratinya untuk memberitahu bahwa gedung serba guna belum dapat digunakan untuk umum, pihaknya dapat menerimanya. "Kami sekarang sudah menempati gereja baru di Winangun."
IFGF GISI sendiri, tandas Yuwono, mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Manado yang selama ini telah mengizinkan pemakaian gedung serba guna sejak 20002005, yakni mulai era Walikota Ir Lucky Korah MSi, Drs Wempie Frederik dan awal pemerintahan Drs Pnt Jimmy Rimba Rogi.
Di sisi lain, Yuwono juga menyatakan terima kasih atas rasa simpati dari kalangan Anggota DPRD, tokoh-tokoh gereja, dan masyarakat yang diberikan kepada IFGF GISI Manado. "Perhatian dan solidaritas saudara semua sangat kami hargai," ujar Yuwono.
Menutup pernyataannya ia mengajak agar segenap warga menyongsong Natal dan Tahun Baru dengan hati yang teduh dan tenang. "Sehingga kita bisa merasakan damai sejahtera Natal bagi masyarakat di Sulawesi Utara ini."
JAKARTA - Tema Natal "Bertumbuh Menjadi Pembawa Damai", dinilai Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja tepat untuk melahirkan sikap dan perilaku yang baik kepada semua orang, apapun agama dan bangsanya.
...