Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Simposium Internasional Merespon Penyiksaan Anak di "Gereja Penipu"

Maria Mackay
Reporter Christian Today

Posted: May. 24, 2006 02:29:17 WIB

Sebuah simposium internasional penting untuk merespon isu-isu meliputi penyiksaan anak-anak di beberapa "gereja penipu" di Afrika, telah berlangsung pada 22 Mei 2006 di Methodist Central Hall, London.

Tujuan dari simposium, yang bertemakan 'Kekristenan atau Sekte? Munculnya Tren dalam Diaspora Afrika' itu adalah "untuk menciptakan lingkungan yang akan memupuk pengertian yang lebih baik dari gereja di Afrika. dan juga munculnya tren-tren spiritual di Inggris," kata Agu Irukwu, Pastor Senior dari Jesus House di Barnet, London Utara.

Irukwu menambahkan, "Kami merasa ini sangat diperlukan dalam publisitas yang mengejutkan baru-baru ini mengenai bahaya yang mengancam anak-anak di 'gereja-gereja' Afrika, yang mengancam untuk men-stereotype-kan kita semua."

Di seluruh Inggris, gereja-gereja Afrika merupakan sektor pertumbuhan yang paling pesat dalam Kekristenan, namun saat gereja-gereja ini mengalami pertumbuhan yang besar, telah dilaporkan bahwa kepercayaan lain yang sama sekali berbeda juga ada di Inggris, yang "menyamar sebagai Kekeristenan dan memangsa mereka yang paling diasingkan dan diisolasi oleh anggota masyarakat," kata kantor berita BBC.

BBC juga menjelaskan bagaimana di banyak wilayah di London yang mempunyai populasi Afrika yang besar sering diiming-imingi "penyembuh spiritual", yang mengklaim mereka adalah dokter dan profesional, dan menyatakan mereka dapat mengalahkan sihir hitam.

"Penyembuh-penyembuh" ini menyimpang dari inti pengajaran Kristiani, dan beberapa diantaranya bahkan mempresentasikan dirinya sebagai pemimpin Kristiani yang bisa dipercaya untuk dapat memperoleh rasa hormat dan kepercayaan dari orang-orang yang rapuh di masyarakat.

Berbicara di simposium itu adalah Angus Stickler, seorang wartawan investigasi dari BBC, yang berada di garis depan ulasan isu tersebut, dan dikenal luas atas investigasinya yang meraih penghargaan terhadap skandal-skandal penyiksaan anak di Wales utara dan juga untuk mengekspos hal-hal yang ditutupi didalam Gereja Katolik.

Stickler mengatakan kepada delegasi yang hadir, "Ini adalah isu yang amat sensitif dan sangat tinggi hukumannya, dan hanya melalui dialog kita dapat memperoleh pengetahuan yang mendalam terhadap inti masalahnya."

Ia mengatakan bahwa 20 kasus penyiksaan anak yang berbeda diakibatkan tuduhan kepemilikan dan ilmu sihir.

"Mereka seringkali percaya bahwa anak-anak harus dimiliki," katanya, dan lebih lagi, kepercayaan mereka dikonfirmasi dengan pemimpin agama dan pendeta seperti itu.

Akan tetap, ia menambahkan: "Kami tidak tahu skala dari permasalahan itu."

Dennis Tongoi, Direktur Church Mission Society untuk Wilayah Afrika, berbicara menentang tindakan-tindakan penyiksaan terhadap anak-anak yang dilakukan atas nama Tuhan seperti itu.

Mendesak agar segera diadakan permisahan, Tongoi mengatakan bagaimana beberapa gereja dan pendeta bahkan tidak memiliki Alkitab, apalagi membacanya.

"Setiap ministry yang melukai orang dan menyebut dirinya orang Kristiani, bukanlah orang Krsitiani!" ia menyatakan.

Ia menjelaskan betapa banyak pemimpin yang tidak membangun iman mereka berdasarkan Alkitab, namun malah membawa nilai-nilai tradisional mereka sendiri.

"Iman didalam Tuhan tidak memberlukan kekerasan fisik. Iman didalam Tuhan adalah cukup," kata Tongoi.

Ia mengimbau gereja-gereja dan pemerintah Inggris untuk "tidak hanya mengutuk ini (penyiksaan anak) dan berbicara mengenai hal ini, namun juga terhadap semua bentuk kekerasan anak, dan menyediakan kasih dan dukungan yang dibutuhkan oleh anak-anak yang rapuh."

Irukwu mengatakan bahwa ketidakpastian mengenai pernyataan yang tiak disertai bukti-bukti, dikombinasikan dengan absennya penyelidikan pemerintah, merendahkan seluruh komunitas masyarakat yang sekarang merasa mencap penyiksa anak.

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in church

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini