Penghayatan agama yang baik dapat membentuk jiwa yang tabah dari godaan setan, sehingga tumbuh generasi yang sehat fisik dan mental. Maka, agama memiliki peran penting bagi upaya membentengi maupun memperbaiki atau rehabilitasi masyarakat dari bahaya penyakit HIV/AIDS.
Hal ini dikatakan tokoh agama Sulawesi Utara, Pdt John Tilaar STh dan Sekretaris MUI, Drs Amin Lasena. "Bagaimana membentuk diri yang tabah tentu dengan peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan," kata keduanya.
Menurut Drs Amin Lasena, pendidikan agama yang baik adalah upaya membentengi keluarga agar anak-anak berperilaku santun. Juga setiap anggota keluarga melakukan aktivitas keagamaan yang benar, dengan demikian bisa terhindar dari pergaulan yang salah.
Sementara itu menurut Tilaar, upaya perbaikan atau rehabilitasi bagi pengidap HIV/AIDS, dengan mengembalikan mereka yang tersesat kepada jalan yang benar. Dengan pendekatan agama maka mereka mau mawas diri.
Karena itu ia mengharapkan orang tua, keluarga, dan masyarakat agar menjaga dengan baik perilaku masing-masing anggota keluarga dan anggota masyarakatnya. "Setiap keluarga memberi bekal sebaik-baiknya bagi anggota keluarganya," kata Tilaar.
Menurut dia, penyakit HIV/AIDS sebenarnya penyakit yang tidak mudah menular. Karena penularannya apabila terjadi kontak langsung dengan pengidapnya. Kontak itu seperti dengan hubungan seksual atau pemakaian jarum suntik bersama. "Pada saat ini banyak yang teridap karena mereka berganti-ganti pasangan seks. Apalagi seks di luar nikah atau berganti pasangan semua agama melarangnya," ungkapnya.