Adalah Qian Fuchang, novelis asal Cina yang telah memanfaatkan teknologi SMS untuk menuliskan novelnya. Sejauh ini, Fuchang telah menuliskan 60 bab via SMS. Produksi novel ini sendiri nantinya hanya akan beredar di kalangan pengguna ponsel saja.
Di Cina, hampir 300 juta penduduknya sudah menggunakan ponsel. Dengan demikian penyebaran karya sastra melalui ponsel sama artinya dengan mendukung karya satra itu sendiri, seperti yang ditegaskan oleh Xie Wangxin, Vice Chairman of the Guangdong Literary Academy.
Tahun lalu saja, dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa rata-rata pengguna ponsel di Cina mengirim SMS lebih dari 220 SMS. Sehingga diharapkan lewat teknologi SMS, penyebaran hasil karya para novelis Cina bisa langsung dibaca di ponsel.
(komputeraktif.com)
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.