Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Kaum Perempuan Tua Berbisnis Untuk Dukung Orang Jompo Dan Miskin


Posted: Aug. 17, 2004 16:48:05 WIB

HA NO I--Di sebuah paroki di Ha Noi, sekelompok wanita Katolik yang sudah tua membantu mendukung orang-orang jompo dan miskin. Sudah lebih dari satu dekade, kelompok wanita itu mengelola sebuah toko yang menjual benda-benda suci.

Marie Nguyen Thi Dau, Ketua Asosiasi Santa Anna di Paroki Ham Long, mengatakan kepada UCA News, para anggota asosiasi itu mencari uang untuk menolong orang jompo dan miskin sejak 1992.

Dau, 70, mengatakan, asosiasi yang didirikan 1935 itu mempunyai 600 anggota, semuanya berusia 50 atau lebih. Mereka memimpin doa di gereja dan di kelompok-kelompok keluarga untuk memberi teladan baik tentang kehidupan iman dan mendorong anak-anak untuk pergi ke gereja. Pada 26 Juli, mereka merayakan pesta pelindung asosiasi, seperti lazimnya mereka rayakan setiap tahun.

Toko yang terletak di kompleks paroki di ibukota Distrik Hai Ba Trung itu menjual berbagai benda religius Katolik seperti gambar, patung, buku pelajaran agama, rosario, lilin, doa-doa, dan cinderamata.

Dau, manajer toko, mengatakan, toko itu mendapat keuntungan 30 juta dong (US$1,970) per tahun. Tiap bulan, katanya, asosiasi memberi 10 kilogram beras kepada setiap dari 50 orang jompo. Dua pertiga dari orang-orang jompo itu Katolik.

Therese Nguyen Thi Quy, pembantu di toko itu, mengatakan kepada UCA News, para anggota asosiasi itu biasanya membawa beras kepada orang-orang jompo. Mereka memikul sendiri beras itu atau membawanya dengan sepeda. Namun, pada tahun-tahun terakhir ini, anak-anak mereka membantu mengangkut beras dengan sepeda motor.

Quy, 72, mengatakan, pada kesempatan hari raya seperti Natal, Paskah, Tahun Baru Imlek, dan pesta Santa Anna, para anggota asosiasi mengunjungi dan menyerahkan 400 paket hadiah. Paket-paket itu biasanya berisi beras, gula, susu, mie instan, dan sabun, katanya. Para anggota juga memberi sarapan gratis kepada anak-anak setelah Misa pada setiap hari Selasa, lanjutnya.

Pada pesta Santa Anna tahun ini, Dau mengatakan, mereka memberi 400 hadiah untuk anak-anak cacat yang diyakini sebagai korban Agent Orange (racun kimia yang dipakai pasukan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam), serta orang-orang sakit dan orang-orang tersingkir.

Dia mengatakan, toko asosiasi itu kini memiliki aset lebih dari 100 juta dong setelah dimulai dengan 500.000 dong yang diberikan kepada mereka oleh almarhum Pastor Joseph Nguyen Van Que, administrator paroki sejak 1952 hingga 1996.

Marie Dao Thi Lieu, 84, salah seorang jompo yang menerima bantuan dari asosiasi itu, mengatakan kepada UCA News, "Jika saya tidak diberi beras sejak Juli, ketika suami saya meninggal, bagaimana saya bisa hidup?" Seorang umat Paroki Ham Long yang tidak memiliki anak mengatakan, para anggota asosiasi itu datang dan menolongnya mencuci pakaian, memasak, dan menghiburnya di kala sakit.

Tran Thi Ty, yang tinggal di sebuah rumah reot, berterima kasih kepada perempuan-perempuan Katolik yang telah memperlakukannya sebagai seorang kerabat dekat dan memberinya beras ketika anak-anaknya sendiri mengabaikannya. Ty mengatakan bahwa dia heran mengapa mereka menolongnya dan kemudian dia tahu bahwa ternyata mereka itu Katolik. "Saya benar-benar menghormati Allah mereka, meskipun saya tidak tahu Allah mereka itu macam apa," katanya.

Seorang penerima bantuan lain yang non-Katolik adalah Nguyen Van Loi, 76. Dia juga mengucapkan rasa terima kasih. Anak-anak dan isterinya, katanya, meninggalkan dia lebih dari 30 tahun lalu.

Beberapa anggota asosiasi mengatakan, mereka menemukan kebahagiaan dalam karya amal yang mereka lakukan, dan beberapa mengatakan karya amal mereka itu berhasil membawa orang-orang menjadi Katolik. Mereka menambahkan, karena mereka sendiri dan orang-orang yang ditolong itu adalah orang-orang yang sudah lanjut usia, mereka mudah bersimpati dan gampang saling berbagi kesedihan dan kegembiraan.

Pada 20 Juli, Uskup Lang Son Mgr Joseph Ngo Quang Kiet, administrator Keuskupan Agung Ha Noi, memimpin Misa konselebrasi bersama 26 imam di Thach Bich, di luar ibukota negara itu. Lebih dari 5.000 umat yang menghadiri Misa itu adalah ibu-ibu Katolik.

Misa itu dipersembahkan untuk merayakan pesta Santa Anna dan Santo Yoakim, orangtua Santa Perawan Maria. Misa itu juga dipersembahkan untuk memperingati kematian Beato Andrew dari Phu Yen. Beato itu dibunuh tahun 1644 karena menolak meninggalkan imannya. Dia saat itu berusia 19 tahun dan adalah seorang katekis.

UCAN

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in dunia

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini