Seminar Stephen Tong Ungkap Kepalsuan Film Da Vinci Code
Claudia Cheng Koresponden Kristiani Pos
Posted: Jun. 19, 2006 22:44:45 WIB
Evangelis terkemuka Rev. Stephen Tong baru-baru ini mengadakan seminar mendunia yang bertujuan untuk mengungkapkan kepalsuan-kepalsuan dari film kontroversial Da Vinci Code.
Dengan spesialisasi Teologi Reformed, seminar-seminar Pdt. Tong terbukti sangat populer diantara konservatif injili di Asia Tenggara dan Taiwan. Sekitar seribu orang berkumpul di Aula Peringatan Dr. Sun Yat-sen, Taipei, Jumat (16/06) untuk seminar yang ketiga kalinya. Tong dengan tajam menunjuk tantangan Da Vinci Code terhadap Kekristenan dari sudut pandang teologi, filosofi, sejarah dan artistik.
Tong mengutuk pengarang Dan Brown karena menggunakan lukisan-lukisan terkenal dari Leonardo Da Vinci dan keahlian menulis yang luar biasa yang seluruhnya menyimpang dari kebenaran. Brown mengklaim bahwa Rasul Yohanes di lukisan Perjamuan Terakhir sebenarnya Maria Magdalena karena ia satu-satunya yang tidak berjambang. Brown kemudian berprasangka bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena.
Tong mengatakan bahwa lukisan itu menggambarkan secara detail bagaimana reaksi murid-murid Yesus sebelum kematian-Nya, inilah yang seharusnya menjadi perhatian utama daripada penjelasan Brown.
" Apa yang disebut 'fakta bersejarah' dia buat sendiri, dan itu adalah trik-trik yang tidak mempunyai dasar," Tong memperingatkan, seraya menambahkan bahwa "kode" tersembunyi yang diterjemahkan Brown dari lukisan-lukisan tersebut hanyalah sebuah cara ekspresi seni yang populer pada era itu.
Menyangkut salah satu plot di Da Vinci Code yang menunjukkan kematian dari manajer museum Louvre, Tong mengutuk pesan "anti-Kristus" yang tersembunyi. Tong menekankan bahwa umat Kristiani tidak boleh tertipu, tapi benar-benar mengerti motif dibalik semua tuduhan itu.
Menurut Tong, motif sebenarnya dari buku itu adalah untuk menantang pengajaran Kekristenan, Katolikisme, pewahyuan Alkitab dan keselamatan dari Yesus Kristus. Kemudian, Tong menyerang dasar pemikiran Dan Brown.
Brown berusaha untuk memuntahkan sejarah keselamatan, seperti yang dinubuatkan di 1 Yohanes bahwa "antikristus akan datang". Antikristus berpikir bahwa daging adalah jahat, jadi mereka tidak percaya keselamatan melalui darah Kristus yang tercurah. Semuanya adalah ajaran-ajaran Gnostik.
Terakhir, Tong menyimpulkan dengan ayat Alkitab dari Matius 5: 37, "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat." Ia mendesak kepada seluruh Kristiani untuk berdiri teguh diatas iman mereka, mengikuti kebenaran dan menghormati Firman yang Kudus.
Seminar Da Vinci Code telah diadakan di Jakarta, Kuala Lumpur, Taipei dan Singapura.
Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil Pr memprihatinkan pendidikan anak-anak asli Papua terutama suku Kamoro di yang kurang mendapat perhatian serius orang tua dan pemda setempat. ...