Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Museum Gunakan Alkitab untuk Menceritakan Sejarah Bumi


Posted: Aug. 03, 2006 19:00:14 WIB
museum-gunakan-alkitab-untuk-menceritakan-sejarah-bumi

Sebuah dinosaurus animatronik menggerakkan ekor ke kanan dan ke kiri di dalam Creation Museum seluas 50.000 kaki yang sedang berada dalam konstruksi, Kamis, 6 Juli 2006. Pendiri fasilitas itu berharap membuka museum pada bulan Mei dan menarik minimal 250.000 pengunjung pada tahun pertama. (AP Photo/Ed Reinke)

museum-gunakan-alkitab-untuk-menceritakan-sejarah-bumi

Sebuah eksibisi yang memperlihatkan dua arkeolog memiliki kesimpulan berbeda saat meneliti tengkorak yang sama, adalah bagian dari Creation Museum, yang sedang dalam konstruksi di Petersburg, Ky. Fasilitas senilai $ 25 juta itu membawa argumen bahwa Tuhan menciptakan bumi dan seisinya hanya beberapa juta tahun lalu, tidak peduli apa yang dikatakan ilmu pengetahuan. (AP Photo/Ed Reinke)

museum-gunakan-alkitab-untuk-menceritakan-sejarah-bumi

Ken Ham, pendiri penerbit Kristiani Answers in Genesis, berdiri di depan toko buku Dragon Hall, yang merupakan bagian dari Creation Museum seluas 50.000 kaki, Kamis, 6 Juli 2006. (AP Photo/Ed Reinke)

PETERSBURG, Ky. (AP) - Seperti kebanyakan museum sejarah alam, yang satu ini juga memamerkan dinosaurus menjelajahi Bumi. Perkecualiannya, reptil raksasa itu berbagi hutan dengan Adam dan Hawa.

Hal itu, tentu saja, bertentangan dengan ilmu pengetahuan, namun itulah penyebab Museum Penciptaan senilai $25 juta didirikan di daerah pedesaan Kentucky.

Inspirasinya didapatkan dari Alkitab - mulai dari interpretasi literal bahwa Tuhan yang menciptakan langit dan Bumi dan semua isinya ribuan tahun lalu.

"Jika Alkitab adalah firman Tuhan, dan sejarah adalah benar, itulah perkiraan atau aksioma kami, dan kami mulai dari sana," kata pendiri museum Ken Ham, dalam sebuah tur mengelilingi fasilitas modern yang akan dibuka tahun depan itu.

Ham yang berasal dari Australia, mendirikan perusahaan penerbitan Kristiani bernama Answers in Genesis di tahun 70-an. Cita-citanya, kata Ham, adalah untuk mengubah pikiran dan menangkis pandangan ilmu pengetahuan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa menjelaskan mengenai berbagai kelompok manusia yang berbeda-beda, kami bisa menjelaskan mengenai fosil, kami bisa menjelaskan tentang apa yang kamu lihat di dunia," katanya.

Penunjung museum itu, yang terletak beberapa mil dari Cincinnati, akan dapat melihat kisah penciptaan di teater spesial efek yang berkapasitas 180 tempat duduk, melihat tiruan Bahtera Nuh setinggi 40 kaki, dan menatap rahang dinosaurus robotik.

"Ini mendidik tapi sekaligus menghibur," kata Ham.

Ilmuwan mengatakan bahwa teknologi fosil dan nuklir yang mengukur usia menunjukkan bahwa usia Bumi adalah 4 juta tahun lebih, dinosaurus pertama muncul 200 juta tahun yang lampau, dan mereka musnah sebelum manusia pertama muncul jutaan tahun yang lalu.

"Kejadian bukanlah ilmu pengetahuan," kata Mary Dawson, kurator emeritus paleontologi vertebrata dari Carnegie Museum of Natural History di Pittsburgh. "Kejadian adalah kisah yang diwariskan turun temurun oleh orang -orang yang sama sekali belum mengenal ilmu pengetahuan, sama sekali tidak tahu tentang sejarah alam, dan tentu saja sama sekali tidak tahu apakah fosil itu."

Ham percaya bahwa kebanyakan fosil disebabkan Air Bah yang digambarkan di Kejadian.

Mark Looy, wakil presiden Answers in Genesis, mengatakan bahwa museum itu telah menerima sumbangan pribadi sebesar $21 juta. Dia mengatakan dua donor tanpa nama memberikan $1 juta, dan berharap museum itu bebas hutang saat dibuka Mei tahun depan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Copyright © 2006 The Associated Press. All rights reserved. The information contained in the AP News report may not be published, broadcast, rewritten or redistributed without the prior written authority of The Associated Press.

Next Story : Pendeta: Jangan Pertentangkan Sains dan Agama

More news in education

Uskup Timika Prihatinkan Pendidikan Anak Papua

Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil Pr memprihatinkan pendidikan anak-anak asli Papua terutama suku Kamoro di yang kurang mendapat perhatian serius orang tua dan pemda setempat. ...

Terpopuler

Headlines Hari ini