Konggres Teologi: Pendidikan Teologia Ekumenikal yang Strategis Penting untuk Abad 21
Ethan Cole Koresponden Kristiani Pos
Posted: Jun. 18, 2008 15:00:18 WIB
Pendidikan teologi yang ekumenikal penting secara strategis bagi ke-Kristenan pada abad ke21, para pakar berkumpul bersama dalam sebuah pertemuan teologi internasional yang berakhir pada dua minggu lalu.
Peserta pada kongres keempat World Conference of Associations of Theological Institutions (WOCATI) mengundang gereja-gereja, agen-agen pemberi bantuan dan universitas untuk membantu mempromosikan dan mendanai pendidikan ekumenikal, termasuk program pertukaran pengajar dan pertukaran pelajar diantara daerah-daerah dan gereja-gereja yang berbeda.
Kongres yang menghimpun kira-kira 60 orang pakar terkemuka di bidang pendidikan teologi dari 35 negara itu berlangsung dari 31 Mei - 7 Juni di Thessaloniki, Yunani. Kongres itu menyatakan bahwa pendidikan teologi ekumenikal sangat penting untuk memperkuat identias gereja dan memfasilitasi ekumenikal dan dialog antar agama. Tema konggres enam hari itu adalah "Theological Education: A Radical Reappraisal."
"Ada kebutuhan yang besar sekali untuk meningkatkan usaha guna mempromosikan pendidikan teologi mengingat tantangan dahsyat yang dihadapi di samping gereja semakin meningkat dengan cepat, ketidaksetaraan untuk mendapatkan pendidikan teologi yang lebih tinggi, dan kecenderungan pertumbuhan agama secara fundamental dan fragamentasi," kata Dr Dietrich Werner, koordinator program Pendidikan Teologi Ekumenikal (Ecumenical Theological Education/ETE) dari World Council of Churches (WCC) atau Dewan Gereja se-Dunia.
Konggres tersebut diorganisir oleh WOCATI dan WCC ETE.
Werner menambahkan bentuk baru dari "solidaritas internasional" dan membagikannya untuk perkembangan fakultas, perpustakaan dan perbaikan kurikulum serta satndar untuk pendidikan teologi yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan gereja-gereja akan pelatihan teologi yang baik, pastor dan pemimpin-pemimpin gereja.
Dr Petros Vassiliadis, presiden WOCATI, menyoroti bahwa tugas konferensi dunia seharusnya menawarkan forum global untuk dialog terbuka, untuk tujuan kontekstualisasi dan catholicity untuk pendidikan teologi.
Selama konferensi, kira-kira 25 studi kasus daerah dan laporan sekitar perkembangan pokok di pendidikan teologi dibicarakan.
Di antara rekomendasi konggres kepada gereja-gereja, perkumpulan-perkumpulan sekolah teologi dan WCC adalah: sebuah penekanan yang lebih besar terhadap dialog wilayah dan terhadap pendidikan teologi dalam membangaun daerah, dan kerjasama yang lebih seksama antara program pendidikan teologi WCC dan WOCATI.
Disamping mencurahkan gagasan perspektif kependidikan teologi yang baru, konferensi tersebut juga memperingati hari jadi ke50 program ETE, yang didirikan sebagai Theological Education Fund pada world mission conference of the International Missionary Council di Akra, Ghana,pada 1957/1958.
Juga penting kehadiran untuk pertamakalinya Dewan Kristiani Cina, tubuh gereja Protestan yang diatur pemerintah Cina, hadir pada konggres tersebut.
WOCATI adalah sebuah organisasi yang memayungi secara global yang membawa bersama kira-kira 25 perkumpulan daerah sekolah teologi. WOCATI disahkan pada konferensi global Juni 1989 di Yogyakarta, Indonesia, bekerjasama dengan program Pendidikan Teologi WCC.
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.