Tiga guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen Pedan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dianiaya muridnya yang tidak lulus ujian akhir nasional.
Salah seorang korban saat ini masih dirawat di rumah sakit karena luka di kepala dan tangan, Metro TV memberitakan.
Penganiyaan yang menimpa tiga guru SMK Kristen Pedan ini terjadi Sabtu malam lalu saat para korban memasang spanduk penerimaan siswa baru. Tiga orang yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba datang dan menyerang ketiga guru tersebut.
Akibat penyerangan tersebut, salah seorang guru menderita luka parah di kepala dan tangannya. Sedangkan dua guru lainnya menderita luka-luka ringan. Usai menganiaya korban, ketiga pelaku melarikan diri.
Pelaku penyerangan salah satunya berinisial SP, siswa SMK Kristen Pedan. SP diduga sakit hati pada gurunya kerena tidak lulus ujian akhir nasional.
Diungkapkan saat ini Aparat Polsek Pedan sedang memburu tersangka SP dan dua rekannya itu.
Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil Pr memprihatinkan pendidikan anak-anak asli Papua terutama suku Kamoro di yang kurang mendapat perhatian serius orang tua dan pemda setempat. ...