Sekolah Minggu adalah Cikal Bakal Gereja dan Generasi Penerus
Posted: Jul. 10, 2006 18:34:46 WIB
Sekolah Minggu adalah cikal bakal gereja dan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu jika mengharapkan bangsa yang kuat dan baik serta masyarakat yang bermoral dan spritualitas tangguh, harus dimulai dari anak-anak.
Hal itu disampaikan Ketua BKAG (Badan Kerjasama Antar Gereja) Tapanuli Utara (Taput) Pdt Hantus Hutapea, pada pembukaan pelatihan guru Sekolah Minggu dari berbagai gereja secara oikumenis di Taput, Jumat (7/7) di Tarutung, Harian SIB memberitakan.
"Untuk mewujudkan cita-cita agar anak-anak kita memiliki masa depan yang indah, haruslah dimulai dari persiapan para guru Sekolah Minggu yang kita tahu sebagai orang yang memiliki signifikan bagi anak-anak. Itulah sebabnya, pelatihan guru Sekolah Minggu diselenggarakan," ujar Pdt Hutapea.
Wakil Bupati Taput Drs Frans A Sihombing sangat mendukung terlaksananya pembinaan guru Sekolah Minggu dan mengharapkan kegiatan seperti itu dikembangkan ke depan. Sebab, pendidikan anak-anak sangatlah penting untuk membangun manusia yang tangguh.
"Kita sering melontarkan caci maki terhadap koruptor dan bandar narkoba. Tetapi kita tidak mampu membuat langkah taktis dan strategis untuk mengatasinya. Untuk itulah sangat penting pendidikan ke arah itu, sehingga dengan pembinaan ini, guru sekolah minggu dapat menjadi: motivator, regulator dan stimulator," ujar Sihombing.
Pelatihan tersebut diikuti 40 guru Sekolah Minggu dari berbagai gereja secara oikumenis dan menghadirkan beberapa tutor di antaranya dari Departemen Koinonia Urusan Sekolah Minggu HKBP Pdt M Hutabarat, J Simatupang dan Pdt J Simorangkir.
Pdt M Hutabarat dalam ceramahnya mengatakan, para guru Sekolah Minggu agar benar-benar mempersiapkan diri untuk terjun mengajar dan mendidik anak bagaikan sumbu dinamik yang meledakkan suatu kekuatan. Sehingga dengan kehadirannya di tengah anak-anak sekolah minggu, nama Tuhan dipermuliakan.
Salah seorang peserta, Sophia Lumbantobing (GKPI Tarutung-Kota) merasa terkesan dengan diadakannya pelatihan guru Sekolah Minggu. Ia berharap melalui pelatihan tersebut, semakin dibenahi metode pengajaran dan bagaimana menggunakan alat peraga. Selain itu perlu ada ilmu jiwa dan psikologi, sehingga pengaharan tidak asal-alasan dan anak Sekolah Minggu dapat lebih mengerti akan Firman Tuhan. (SIB)
Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil Pr memprihatinkan pendidikan anak-anak asli Papua terutama suku Kamoro di yang kurang mendapat perhatian serius orang tua dan pemda setempat. ...