Mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya yang terjatuh dari lantai 12 kampus, Joshua Putra Maulia, dimakamkan hari ini di TPU Pondok Kelapa Jakarta Timur.
Namun kabarnya pemakaman berlangsung dalam suasana menegangkan karena pihak wartawan yang berusaha meliput merasa dihalang-halangi puluhan mahasiswa dibantu oleh ormas pemuda.
Jack Simanjuntak, salah satu kerabat Joshua, mengatakan, pihaknya agak heran dengan keberadaan pemuda dan mahasiswa tersebut. Ia justru menangkap tewasnya Joshua seperti ditutup-tutupi.
Ia menduga rekan-rekan Joshua tak ingin membesar-besarkan peristiwa itu sehingga menghalangi-halangi peliputan wartawan termasuk saat pemakaman.
Sementara itu dilaporkan bahwa hasil visum yang dilakukan tim dokter RSCM menemukan kandungan alkohol sebesar 80 mg/100 persen dalam tubuh Joshua. Sementara dalam tes psikotropika hasilnya negatif.
"Tes ini diambil dari urin Joshua," kata dokter forensik RSCM Abdul Mun'im Idris di RSCM, Jakarta, Kamis (22/11/), menurut detikcom.
Kandungan alkohol sebesar itu akan sangat mengganggu keseimbangan seseorang, bahkan daya keseimbangan bisa hilang. Selain itu, dapat juga menyebabkan jalan tidak stabil serta ketawa sendiri, kata Idris.
"Kok bisa di kampus diperbolehkan membawa minuman keras," kata Jack Simanjuntak saat pemakaman.
Dari hasil visum, seluruh tulang iga mahasiswa semester 1 jurusan Hukum Unika Atma Jaya itu patah. Selain itu, tulang kaki dan tangan remuk. Kepalanya juga pecah.
Tim dokter juga tidak menemukan tindak kekerasan yang mengakibatkan Joshua terjun dari lantai 12. "Kekerasan akibat didorong tidak ada, terbukti dari tangan tidak ada bekas goresan," kata Idris.
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.