Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Studi: Orang yang Kesepian Cenderung Percaya Kepada Tuhan


Posted: Feb. 06, 2008 13:44:48 WIB

Orang yang merasa kesepian atau terisolasi lebih cenderung percaya kepada Tuhan atau supernatural, menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan bulan ini.

Orang yang kesepian berusaha menciptakan hubungan sosial dengan menghubungi teman lama, mencari teman baru, atau menurut studi itu, percaya pada mahluk yang lebih tinggi.

"Kami menemukan bahwa jika orang merasa kesepian, mereka lebih religius secara esensial," kata Nicholas Epley, peneliti University of Chicago yang memimpin studi tersebut, menurut LiveScience.com.

Epley dan timnya meneliti sekelompok mahasiswa yang dibuat merasa kesepian dengan menunjukkan klip dari "Cast Away," sebuah film yang karakter utamanya terlantar di pulau terpecil, dan meminta mereka berempati dengan tokoh protagonis.

Di bagian lain, kelompok "kesepian" tersebut diminta untuk mengisi sebuah kuestioner kepribadian dan kemudian peneliti mendapat hasil yang digenerasikan komputer yang meramal kesepian mahasiswa dalam hidup.

"Kami berusaha memanipulasi kesepian mereka, membuat mereka merasa kesepian," Expley menjelaskan.

Dalam kedua bagian, kelompok mahasiswa yang "kesepian" mengekspresikan kepercayaan yang kuat pada supernatural dibandingkan dengan kelompok yang terkontrol.

Akan tetapi Epley memperhatikan, menjadi lebih religius tidak akan menyebabkan komitmen yang tiba-tiba. Studi itu juga menemukan bahwa orang yang kesepian cenderung memanusiawikan hewan peliharaan.

Untuk eksperimen kepribadian, peserta kelompok "kesepian" diberitahu untuk mengukur kepercayaan mereka kepada Tuhan, iblis, malaikat, hantu, mujizat dan kutukan sebelum mengisi kuestioner kepribadian. Kemudian mereka diminta untuk mengukur kembali kepercayaan mereka pada hal supernatural setelah membaca pernyataan dari komputer yang mengimplikasi mereka nantinya akan kesepian.

Setengah dari mahasiswa diberitahu bahwa mereka akan kesepian, sementara yang lain, kelompok terkontrol, diberitahu mereka akan memiliki hubungan sosial yang baik dalam kehidupan.

Mereka yang berada dalam "kelompok kesepian" dilaporkan mempunyai kepercayaan yang lebih kuat pada Tuhan dan supernatural daripada mereka yang ada di "kelompok terkoneksi." Kelompok kesepian itu juga menunjukkan kepercayaan yang lebih kuat setelah mendengar pernyataan komputer daripada sebelum laporan.

Peneliti University of Chicago menjelaskan bahwa sebelumnya manusia bergantung pada komunitas untuk bertahan dan keamanan, dan "isolasi atau pengasingan total setara dengan hukuman mati."

Meskipun kehidupan kelompok tidak esensial untuk bertahan di dunia modern, namun perasaan terhubung secara sosial penting. Merasa terputus dan kesepian adalah tahap emosional yang menyekitkan dan dapat menimbulkan persoalan medis, baik secara fisik dan mental, menurut Epley.

"Terisolasi secara sosial tidak baik untuk anda," katanya.

Epley dan timnya berencana untuk meneruskan isu itu lebih jauh lagi untuk melihat apakah antromorphisasi, atau memanusiakan hewan dan agen-agen supernatural dapat mengurangi perasaan kesepian.

"Ada beberapa keuntungan medis jika berhubungan dengan orang lain, dan keuntungan-keuntungan itu tampaknya juga datang dari hubungan dengan hewan peliharaan dan agen-agen religius," kata Epley.

Detil studi tersebut dipublikasikan dalam edisi Februari jurnal "Psychological Science."

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in education

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini