Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Pemimpin Kristiani Harus Mampu Kelola Perbedaan, kata Anthony D’Souza


Posted: Apr. 29, 2008 03:19:56 WIB
pemimpin-kristiani-harus-mampu-kelola-perbedaan-kata-anthony-dsouza

Dr. Anthony D'Souza Berbicara dalam seminar "Witnessing Christian Community (Christian Unity)" yang diselenggarakan oleh Trisewu Leadership Institute di Hotel Ciputra Jumat (25/4) lalu. (Foto: Kristiani Pos)

pemimpin-kristiani-harus-mampu-kelola-perbedaan-kata-anthony-dsouza

Lilis Setyayanti, salah satu pendiri Trisewu Leadership Institute menyampaikan kata sambutan dalam seminar "Witnessing Christian Community (Christian Unity)" di Hotel Ciputra Jumat (25/4) lalu.

pemimpin-kristiani-harus-mampu-kelola-perbedaan-kata-anthony-dsouza

Peserta Seminar.

JAKARTA - Pemimpin yang baik dilahirkan dan dibentuk. Namun demikian, pemimpin yang agung adalah seorang yang tidak berhenti berusaha untuk mempertajam kemampuan, pengetahuan, dan wawasannya demi panggilan dalam pelayanan, kepemimpinan, dan kepengurusan.

Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah seminar bertema "Witnessing Christian Community (Christian Unity)" yang diselenggarakan oleh Trisewu Leadership Institute di Hotel Ciputra Jumat (25/4) lalu.

Seminar tersebut menampilkan Dr. Anthony D’Souza, konsultan PBB bidang Kesejahteraan Sosial di New York, Amerika Serikat, konsultan dan trainer untuk pejabat eselon 1 di India sekaligus pendiri dan Rektor St. Xavier's College, Bombay, India sebagai pembicara dan dihadiri sekitar 200 orang.

D'Souza mengupas pentingnya bekerja secara bersatu, perbedaan dan kekuatan persepsi, perhatian, dan konflik yang penting untuk diketahui untuk membentuk suatu komunitas Kristiani yang dapat bekerja dengan kesatuan. "Jika anda mengasihi, anda dapat datang kepada yang lainnya, maka anda dapat disebut murid Yesus," katanya.

Dalam kehidupan suatu komunitas seringkali dijumpai adanya perbedaan persepsib satu dengan yang lainnya, beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan ini menurut D’Souza antara lain, latar belakang kultur, pengalaman hidup, pendidikan, perubahan emosi (mood), dan apa yang diharapkan oleh seseorang.

Untuk itu perlu adanya pikiran yang positif untuk melihat perbedaan yang lainnya dalam diri orang lain dan, "anda harus memiliki dialog dan mau mendengarkan serta saling mengerti satu dengan yang lainnya," tambahnya.

Menurutnya, seorang pemimpin Kristiani harus dapat mengatur dan mengelola perbedaan dengan mengenali lebih dalam tiga kunci utama, yakni sumber-sumber perbedaan, sikap seorang pemimpin Kristiani, dan strategi yang harus diterapkan untuk mengatasi perbedaan tersebut.

"Pada saat kita dihadapkan pada suatu perbedaan, kita harus selalu mengingat satu ayat dari Lukas 6:37 maka kita dapat memiliki sikap seorang Kristiani. Seringkali kita menggunakan pemikiran dan pendapat kita untuk menilai dan menghakimi seseorang hanya berdasarkan pemikiran dan sudut pandang kita. Dari sini kita harus melihat lebih teliti lagi tentang kekuatan dari persepsi," ujarnya.

D'Souza mengatakan bahwa apa yang membuat pemimpin Kristiani seringkali tidak dapat bersatu dalam pelayanannya antara lain disebabkan oleh ego, perbedaan doktrin, kebanggaan. "Untuk dapat bekerja bersama dengan yang lainnya satu hal yang tidak selalu diingat menurutnya adalah loyalitas kita pada Yesus Kristus dalam setiap pelayanan kita," tegasnya.

Trisewu Leadership Institute adalah sebuah organisasi pelatihan kepemimpinan yang berusaha menginspirasi dan memberikan pelatihan kepemimpinan berdasarkan pada nilai-nilai manusia di Indonesia.

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in ministries

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini