Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Kristiani Ikut Aksi "Selamatkan Bangsa"


Posted: May. 08, 2008 15:09:30 WIB
kristiani-ikut-aksi-selamatkan-bangsa

Beberapa pendeta dan pengacara yang mengikuti aksi "Selamatkan Martabat Bangsa" di Jakarta (06/05). (Foto: Kristiani Pos)

kristiani-ikut-aksi-selamatkan-bangsa

Peserta pawai mendengar orasi AKKBB di depan Gedung PBB, di Jl. Thamrin Jakarta. (Foto: Kristian Pos)

kristiani-ikut-aksi-selamatkan-bangsa

Para Peserta Pawai dari Berbagai Elemen

Umat Kristiani bergabung dengan ratusan orang dari berbagai kalangan dan kelompok mengikuti pawai aksi damai "Selamatkan Martabat Bangsa" Selasa lalu di Jakarta.

Pawai yang mengambil titik awal di Bundaran Hotel Indonesia diawali dengan orasi sambil memutari bundaran Hotel Indonesia, kemudian dilanjutkan menuju gedung PBB yang terletak di Jl. Thamrin.

Sebanyak 12 orang perwakilan diantaranya Romo Haryanto, Anand Krisna, Uli Parulian, Safei Anwar, dan Yeni Rosa Damayanti memasuki gedung PBB guna dan bertemu dengan perwakilan PBB untuk menyampaikan situasi dan persoalan yang tengah terjadi dalam kaitannya dengan HAM dan kebebasan beragama dan kepercayaan. Mereka meminta agar pihak internasional khususnya PBB dapat ikut serta membantu penyelesaikan masalah yang terjadi. Pawai ini kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Istana negara.

"Ketika melihat banyaknya rumah-rumah dan tempat-tempat ibadah dibakar, ijin mendirikan gereja tidak diberikan, kondisi ini sangat memprihatinkan buat kita, ada apa sebenarnya?" kata Pdt. Gomar Gultom, sekretaris eksekutif departemen Diakonia PGI saat ditanya alasan ikut serta dalam pawai tersebut kepada Kristiani Pos.

"Apakah Indonesia yang terdiri dari berbagai agama dan berbagai suku ini mau di seragamkan? Itu kekuatiran kita. oleh karena itu berbagai elemen, kita bersatu bersama untuk memperjuangkan, mengingatkan para pemimpin bangsa ini bahwa Indonesia dibangun atas perbedaan-perbedaan kelompok. Jadi Indonesianya yang mau kita kembangkan," tambahnya.

"Sebagai seorang Kristen kita harus mengatakan apa yang harus dikatakan, itu yang pertama. Didengar ataupun tidak kita harus mengatakan apa yang harus kita katakan. Kita melihat bangsa ini sakit, kita katakan. Tetapi lebih lanjut pemerintah ini terlalu ditekan oleh kelompok tertentu yang merasa diri paling mayoritas yang suaranya begitu lantang.dan nampaknya pemerintah tersandera oleh kekuatan-kekuatan tersebut sepertinya," kata Gomar.

"Kita mau tunjukkan bahwa tidak semua seperti itu, ini di kelompok Aliansi ini semua agama ada di sini, Muslim, Kristen, Hindu, Budha, dan yang lainnya. Jadi yang mengatakan dirinya mayoritas itu belum tentu yang paling benar.itu yang mau kita perjuangkan dan mau kita buktikan," tegasnya.

Melihat situasi yang dilukiskan di atas Aliansi mendorong berbagai kelompok yang menaruh perhatian pada kebebasan beragama dan keyakinan merasa perlu mengajak semua pihak, terutama pemerintah sebagai pengelola negara ini untu menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan konstitusional.

Aliansi Kebebasan Untuk Kebebasan Beragam dan Berkeyakinan (AKKBB) mencakup lebih dari 20 elemen dari berbagai unsur masyarakat baik agama, hukum, institusi pendidikan dan juga kelompok-kelompok yang peduli terhadap kebebasan beragama dan HAM dari berbagai daerah diantaranya Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Masyarakat Dialog Agama, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia(YLBHI) Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia(PGI), Konferensi Waligereja Indonesia, Gerakan Ahmadiyah Indonesia, dll.

"Jadi pada dasarnya organisasi ini adalah kumpulam dari NGO-ngo yang peduli terhadap pluralisme keberagamaan dan kebebasan beragama secara umum. Yang bertujuan untuk mengadvokasi dan berkampanye untuk melindungi kebebasan beragama di Indonesia yang pluralisme ini," kata Anick, koordinator AKKBB.

Aliansi ini juga berjejaring dengan organisasi yang ada di berbagai daerah dan kemudian membentuk aliansi-aliansi kecil di daerahnya masing-masing. "Melalui pawai, kampanye,konferensi pers dll kami berusaha untuk terus mendorong negara ini dan meyakinkan negara ini bahwa pendukung konstitusi dan pendukung perdamaian di negara ini banyak sekali dan lebih banyak daripada pendukung kekerasan," kata Anick.

Pawai yang diadakan di Jakarta ini merupakan salah satu dari rangkaian pawai yang diadakan AKKBB yang diawali 7 Januari lalu dengan mendatangi kejaksaan agung dan kepolisian untuk memberikan dukungan kepada mereka untuk kembali ke konstitusi.

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in ministries

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini