Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Ratusan Staf Rumah Sakit Kristen Mogok Kerja


Posted: Dec. 12, 2008 15:27:21 WIB

Ratusan staf Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta Timur, mengadakan aksi mogok kerja pada Selasa lalu yang menuntut beberapa hak yang dicabut manajemen rumah sakit.

Sekitar 300 karwayan, termasuk perawat, bagian administrasi, apotek, laboratorium, radiologi dan bagian lainmenuntut pengembalian sejumlah hak yang dipotong bahkan dihapuskan oleh pihak manajemen RS UKI, seperti uang transport maupun hak untuk kenaikan pangkat.

Karyawan yang berasal dari beberapa bagian itu, seperti bagian administrasi, perawat, , menuntut beberapa hak karyawan. Mereka juga membentangkan spanduk di depan rumah sakit.

Menurut koordinator aksi mogok, Antonius Temaluru, karyawan menuntut sembilan hal kepada manajemen rumah sakit, di antaranya kebebasan berserikat, pengaktifan kembali kenaikan golongan, dan pengadaan tunjangan transportasi.

"Kami meminta uang transport dikembalikan jumlahnya seperti semula dan kembali dibolehkan untuk naik golongan," tutur Solhot Silaban, karyawan dari bagian Medical Report. Solhot mengatakan, tiga bulan lalu uang transport untuk setiap karyawan yang sebelumnya berjumlah Rp 575.000 dipotong sebesar Rp 300.000. Sementara itu, setahun lalu daftar penilaian prestasi pegawai (DP3) dihapuskan tanpa ada pemberitahuan.

Selain itu, para karyawan juga minta manajemen tidak membatasi jaminan kesehatan bagi karyawan. Menurut Solhot, sejak pagi tadi pihak manajemen belum merespons ataupun berupaya menemui mereka untuk bernegosiasi. Oleh karena itu, mereka tetap akan berunjuk rasa hingga permintaan mereka dipenuhi. Akibatnya, puluhan pasien yang dirawat di rumah sakit ini terancam terbengkalai.

Antonius menuding, hak-hak karyawan dikurangi sejak Yvonne N.J. Palijama menjabat direktur rumah sakit Oktober tahun lalu.

Antonius mengatakan karyawan yang ikut aksi ini sekitar 60 persen dari total karyawan, sehingga pelayanan pasien juga kena imbasnya dengan penutupan dua poliklinik.

"Tapi petugas bagian ICU dan emergensi kami sarankan tetap bertugas," kata dia. Rencananya aksi akan berlangsung hingga Jumat (12/12).

Solhot mengatakan, saat ini masih ada beberapa rekan mereka yang masih bertugas di kamar-kamar inap. Namun, setelah jam dinas berakhir, nasib pasien tergantung pada keputusan manajemen. "Mungkin yang pagi terus bertugas sampai semampu mereka," tandas Solhot. "Itu (soal pasien) urusan manajemen," kata seorang perawat.

Sementara itu, pihak manajemen mengeluarkan sebuah pengumuman yang dipasang di pintu masuk. Pengumuman ini berisi imbauan agar para karyawan kembali bekerja sebagaimana biasanya.

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in ministries

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini