Umat Kristiani Korea dan Cina Membangun Strategi Misi Baru
Hudson Tsuei Koresponden Kristiani Pos
Posted: Aug. 20, 2007 06:04:27 WIB
Pekan depan di Cina, umat Kristiani akan mendiskusikan strategi misi baru di pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk bersama-sama berpikir jernih tentang misi baik di Cina maupun Korea Selatan.
"Saya percaya pertemuan ini akan diingat sebagai tonggak bersejarah yang amat penting dalam sejarah dan pembangunan misi," kata Jodie Chu, Sekretaris Jenderal Young Disciples of Jesus, persekutuan internasional yang didirikan di daratan Cina dan akan mengirim perwakilan mereka ke pertemuan pada tanggal 20-24 Agustus di Bondang, Korea Selatan.
"China sedang bergerak menuju Olimpiade 2008, dan sangat baik melihat seluruh negara bersatu, merendahkan diri mereka dan saling belajar satu sama lain."
Pendeta terkemuka, penginjil, misionaris lokal dan perwakilan ministry dari berbagai belahan dunia akan menghadiri konferensi "Mission China 2007" selama lima hari yang akan menandai 200 tahun misi di Cina.
Peserta dari luar negeri termasuk pemimpin Kristiani mewakili komunitas Cina di negara lain seperti Indonesia, Taiwan, Kanada, dan Amerika Serikat.
Termasuk tokoh terkemuka yang akan hadir yaitu Pdt. Thomas Wang, pendiri Chinese Coordination Centre of World Evangelism, organisasi penginjilan Cina perantauan terbesar.
Panitia konferensi ini berharap semua pihak yang bekerja untuk misi Cina akan "membuka mulutnya" dan berbagi pengalaman bukan hanya untuk menetapkan arah dan strategi penginjilan tetapi juga untuk menyebarkan Injil "sampai akhir jaman."
"Tahun 2007 adalah perayaan 100 tahun dari Pergerakan Kebangkitan Besar Pyongyang dan sudah 200 tahun sejak Misionaris Robert Morrison memulai misinya di Cina," promosi website berbahasa Korea tentang pertemuan tersebut.
Panitia berharap konferensi ini akan menjadi "pemersatu bagi seluruh umat Kristiani untuk menjangkau Cina bagi Tuhan."
"Saya percaya bahwa Cina akan banyak belajar dari spiritualitas dan kedewasaan di gereja Korea," komentar Chu. "Misi Cina membutuhkan kekuatan ini untuk menembus dan meraih level baru agar bertumbuh."
Konferensi diadakan ditengah-tengah krisis teologi Cina saat ini, yang dapat dilihat dari kurangnya bahan-bahan alkitabiah yang sangat dibutuhkan untuk melatih pemimpin-pemimpin umat Kristiani di Cina.
Diperkirakan sekitar 12 juta umat Kristen Protestan yang dibagi antara gereja pemerintah dan gereja rumah 'bawah tanah', yang lepas dari kontrol pemerintah tapi menghadapi penganiayaan dari pencarian dan penangkapan polisi.
Keterbatasan buku-buku rohani telah memukul gereja rumahan khususnya di daerah pedalaman, dimana umat Kristen sulit mendapatkan buku-buku religi yang diterbitkan pemerintah, termasuk Alkitab.
Pada tahun 2004, Pendeta gereja rumah Cai Zhuohua ditahan karena mencetak dan menyebarkan Alkitab dan mengadakan pengajaran dalam jemaatnya.
Pemimpin penginjilan diluar negeri terbagi atas pencarian solusi bagi krisis dengan mengadakan dialog terbuka dengan gereja pemerintah, sementara yang lain berisiko menghadapi kurungan penjara dengan menyelundupkan bahan-bahan tertulis ke gereja rumahan.
Despite the shortage of resources, missions experts point out that China in the future may end up sending the largest number of missionaries since Christianity is rapidly growing in the nation of 1.3 billion.
Meskipun kekurangan sumber daya, pakar misi menunjuk bahwa Cina di masa depan akan mengirimkan banyak misionaris karena umat Kristiani terus bertambah hingga mencapai 1,3 juta jiwa.
"Sekarang ini ramai diperbincangkan tentang misionaris yang dikirim dari 'negara dunia ketiga', Cina, Afrika dan Asia Tenggara, dimana dulunya negara Barat mengirimkan misionaris dalam jumlah besar kesana. Saya rasa ini tren yang sungguh terberkati," ujar Chu.
Umat Kristiani dari dataran Cina juga menjangkau orang tidak percaya di negara Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika.
Missiologist sering menyebutkan bahwa sementara misionaris dari Eropa Barat dan Selatan menurun, misionaris dari negara berkembang jumlahnya semakin bertambah.
"Negara dunia ketiga akan kembali ke Barat untuk menyebarkan Injil," komentar Chu. "Saya rasa ini merupakan bukti nyata bahwa Tuhan tidak pernah gagal. Injil tidak akan pernah berhenti untuk disebarkan. Kerajaan Surga selalu mengalami kemajuan sesuai kehendak Tuhan."
Minggu depan konferensi akan diselenggarakan di Gereja Halleluya di Boondang, Korea Selatan dan akan disponsori oleh China Mission Alliance, China Evangelical Fellowship, KWMA, Mission Korea, and Hansi Mission.
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.