<?xml version="1.0"  encoding="utf-8" ?><rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Kristiani Pos RSS Feed</title>
		<link>http://www.christianpost.co.id/opini/</link>
		<copyright>Copyright (c) Christian Post. All Rights Reserved.</copyright> 
		<description>The Christian Post is a daily, pan-denominational news publication that provides up-to-date reports from nearly every corner of Christianity, nationwide and worldwide.</description>
		<ttl>5</ttl>
		<language>en-gb</language>
		<image>
		  <title>Kristiani Pos - Berita Terkini Tentang Ke-Kristenan, Updated daily</title> 
		  <width>144</width> 
		  <height>17</height> 
		  <link>http://www.christianpost.co.id/</link> 
		  <url>http://graphic.christianpost.co.id/images/logo_kp_footer.gif</url> 
		</image>
		<item>
			<title>PGI - KWI Minta Umat Kristiani Tetap Tenang</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20110925/5468/pgi--kwi-minta-umat-kristiani-tetap-tenang/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20110925/5468/pgi--kwi-minta-umat-kristiani-tetap-tenang/</link>
			<description> Pada jumpa pers bersama tokoh lintas agama, Minggu (25/9), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) serta Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Gerakan Pemuda (GP) Anshor, mengimbau seluruh umat Kristen di Indonesia bersikap tenang dan menahan diri terhadap peristiwa pemboman Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo, Jawa Tengah.

PGI dalam pernyataan persnya, melalui</description>
			<author>Elise T. Putri</author>
			<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 14:53:20 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Partisipasi Gereja dalam Pembangunan Daerah Tertinggal</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20110913/5456/partisipasi-gereja-dalam-pembangunan-daerah-tertinggal/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20110913/5456/partisipasi-gereja-dalam-pembangunan-daerah-tertinggal/</link>
			<description> Partisipasi Gereja dalam Pembangunan Daerah Tertinggal

DAERAH TERTINGGAL, 7 TAHUN KEMUDIAN

I. Semiloka Makassar Tujuh Tahun Kemudian

Pada 20-21 September 2004 diselenggarakan “Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Peranan Pimpinan Gereja Dalam Membangun Daerah Tertinggal” di kota Makassar, Sulawesi Selatan. 7 (tujuh) tahun kemudian, sebuah semiloka serupa</description>
			<author>Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe</author>
			<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 13:10:10 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Alienasi Kesalehan Agama </title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20110214/5435/alienasi-kesalehan-agama/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20110214/5435/alienasi-kesalehan-agama/</link>
			<description> DI tengah kemajuan hubungan antaragama/kepercayaan, kita dikagetkan dengan kejadian di Pan­deg­lang dan Temang­gung. Mengapa hubungan antaragama yang sudah baik ini menjadi impoten dan kehilangan ke­ramahtamahannya? Agama karena kemungkinan konfliktualnya dipenjara dalam “kotak perdamaian”.

Tentu sulit merepresentasi makna agama secara luas dan lugas sebagaimana religiositasnya</description>
			<author>Stevanus SubagijoTEVANUS SUBAGIJO</author>
			<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 13:38:32 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>PGI: Kami Harap Masyarakat Tidak Merusak Tempat Ibadah</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20110211/5433/pgi-kami-harap-masyarakat-tidak-merusak-tempat-ibadah/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20110211/5433/pgi-kami-harap-masyarakat-tidak-merusak-tempat-ibadah/</link>
			<description> Jakarta - Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pdt Andreas Yewangoe meminta kepada semua pihak untuk mematuhi aturan hukum dan tidak bertindak anarkis apalagi merusak tempat peribadatan.

&amp;quot;Saya kaget mendengar itu terjadi karena rupanya itu berasal dari ketidakpuasan massa atas putusan pengadilan,&amp;quot; kata Pdt Andreas ketika dikonfirmasi Tribunnews.com dari Jakarta, Selasa</description>
			<author>Steven Pramono</author>
			<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 13:23:53 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Nurani Agamawan Berbicara</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20110117/5411/nurani-agamawan-berbicara/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20110117/5411/nurani-agamawan-berbicara/</link>
			<description> Kebijakan ekonomi pemerintah memang menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,8 persen dan meningkatkan pendapatan per kapita menjadi US$ 3.000 pada 2011, tetapi gagal dalam pemerataan kesejahteraan.

Masih banyak warga Indonesia yang menderita gizi buruk, tidak mendapat pelayanan kesehatan seperti seharusnya, dan juga putus sekolah.

Kenyataan tersebut menggugah para</description>
			<author>Benny Susetyo PR</author>
			<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 14:26:46 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Agama, Kekerasan, dan Negara</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20110106/5401/agama-kekerasan-dan-negara/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20110106/5401/agama-kekerasan-dan-negara/</link>
			<description> Berbagai tindak kekerasan bernuansa agama sepanjang 2010 merupakan catatan hitam bagi pemerintah saat ini. Kita berhadapan dengan fakta semakin meningkatnya jumlah kekerasan ini dari tahun ke tahun di satu sisi, juga menemukan peran pemerintah yang semakin minimal sebagai otoritas untuk meredakan kekerasan ini di sisi lain.

Bahkan, kita seolah semakin jauh dari cita-cita menjadi negara</description>
			<author>Benny Susetyo PR</author>
			<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 13:09:20 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Potret Buruk Kebebasan Beragama</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20110101/5399/potret-buruk-kebebasan-beragama/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20110101/5399/potret-buruk-kebebasan-beragama/</link>
			<description> Sepanjang tahun 2010 banyak terjadi peristiwa kekerasan berbasis agama yang mengancam kebe­radaan pluralisme/keberagaman dalam berbagai bentuk.

Peristiwa kelam sepanjang tahun 2010 dapat dilihat dari eskalasi penutupan, penyegelan, dan penyerangan terhadap rumah ibadah yang dilakukan negara dan non-negara. Laporan Setara Institute pada siaran pers tanggal 26 Juli 2010 menyatakan bahwa</description>
			<author>Judianto Simanjuntak</author>
			<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 16:38:20 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Datangnya Sumber Pengharapan</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20101228/5395/datangnya-sumber-pengharapan/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20101228/5395/datangnya-sumber-pengharapan/</link>
			<description> Saat dunia penuh kegelapan, manusia telah menyimpang dari Firman Tuhan, maka Allah Bapa Yang di surga telah mengutus Anak-Nya datang ke dunia ini untuk tujuan mulia, yaitu mengalahkan kuasa Dosa, Iblis, dan Maut.

Untuk ketiga hal tersebut manusia sampai sekarang tak mungkin bisa mengatasinya, maka Allah mengutus anak-Nya agar manusia dapat terbebas dari ketiga kuasa tersebut. Dari awal</description>
			<author></author>
			<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 15:08:13 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Natal, Terang Sejati Kehidupan</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20101227/5389/natal-terang-sejati-kehidupan/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20101227/5389/natal-terang-sejati-kehidupan/</link>
			<description> Makna terdalam kedatangan Sang Juru Selamat untuk zaman ini adalah untuk menegaskan kembali semangat-Nya melawan ketidakadilan dan penindasan. Perlu habitus baru untuk melawan ketidakadilan yang sudah membudaya ini.

Natal harus bermakna di tengah-tengah ketidakjelasan masa depan bangsa. Ini karena orientasi kehidupan berbangsa dan bernegara sedang disandera oleh kekuatan “siluman”</description>
			<author>Benny Susetyo PR</author>
			<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 09:03:00 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Frustrasi Sosial Picu Intoleransi Beragama</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20101222/5384/frustrasi-sosial-picu-intoleransi-beragama/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20101222/5384/frustrasi-sosial-picu-intoleransi-beragama/</link>
			<description> Jakarta – Organisasi Islam radikal sebenarnya tak didukung masyarakat. Namun, frustrasi sosial dan alienasi yang dialami warga masyarakat akibat kesenjangan ekonomi membuat into­leransi beragama muncul.

Kehadiran organisasi Islam radikal telah memicu intole­ransi ini.
Hal itu menjadi salah satu temuan dalam riset radikalisme agama di Jabodetabek dan Ja­wa Barat yang dilakukan</description>
			<author>Yohanes </author>
			<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 15:08:46 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Putri Mantan Presiden Kecam Aksi Sweeping Tempat Ibadah</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20101221/5380/putri-mantan-presiden-kecam-aksi-sweeping-tempat-ibadah/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20101221/5380/putri-mantan-presiden-kecam-aksi-sweeping-tempat-ibadah/</link>
			<description> Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), Yenny Zannuba Wahid mengecam tindakan ormas Islam yang melakukan aksi sweeping tempat ibadah,

Yenny yang juga Ketua Umum The Wahid Institute menyesali apa yang dilakukan ormas keagamaan yang menamakan diri Front Pembela Islam (FPI) Forum Umat Islam (FUI), dan Gerakan Reformasi Islam (Garis), apalagi aksi tersebut dibantu oleh aparat</description>
			<author>Ariza Samuel</author>
			<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 12:05:45 </pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Jadikan Natal sebagai Aksi Solidaritas</title>
			<guid>http://www.christianpost.co.id/opini/20101221/5378/jadikan-natal-sebagai-aksi-solidaritas/</guid>
			<link>http://www.christianpost.co.id/opini/20101221/5378/jadikan-natal-sebagai-aksi-solidaritas/</link>
			<description> Natal hampir datang. Ada banyak persoalan yang berkait dengan kabar penyelamatan itu. Apakah spirit Natal? Penyelamatan semacam apa yang muncul pada zaman yang tidak terlalu menghargai kebersamaan dan toleransi ini? Berikut perbincangan dengan Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Antonius Benny Susetyo di Jakarta, belum lama</description>
			<author>Yohanes </author>
			<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 11:53:25 </pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
