Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Regu Penolong Perluas Respon Tsunami

Joseph Alvarez
Koresponden Kristiani Pos

Posted: Jul. 24, 2006 23:20:49 WIB
regu-penolong-perluas-respon-tsunami

Para pengungsi tsunami berbaris untuk mendapatkan makanan mie instant yang disediakan oleh perusahaan mie instant, Jum’at, 21 Juli 2006 di Pangandaran. (Foto: AP / Ed Wray)

Warga Sulawesi melarikan diri dari daerah pesisir pantai Minggu, mencemaskan kedatangan tsunami setelah gempa berkekuatan sekitar 6.1 SR melanda pulau itu.

Para pejabat pemerintah – yang belakangan ini dikecam karena gagal memperingatkan masyarakat sebelumnya atas bencana mematikan- tsunami yang melanda pulau Jawa minggu kemarin – mencatat gempa tersebut berskala 6.6 dan memiliki potensi untuk memicu gelombang-gelombang yang merusak, lapor The Associated Press.

Kemudian mereka mengatakan tidak ada tsunami yang diakibatkan gempa ini dan meminta para penduduk untuk kembali pulang.

Gempa yang menurut Survei badan pemerintah AS itu berskala 6,1 melanda 67 mil sebelah selatan Gorontalo di bagian utara Sulawesi, datang kurang dari seminggu setelah gempa-tsunami yang menimpa pesisir selatan Jawa Senin lalu, memukul hampir 200 mil dari garis pantai, dan membunuh setidaknya 668 orang.

Sejak itu, mereka yang selamat tapi rumahnya hancur oleh bencana menjelajahi pesisir pantai untuk mencari paku-paku, kayu, kaleng – apa pun yang dapat mereka gunakan untuk membangun kembali kehidupan mereka – sementara yang lain masih berduka atas kematian dari yang mereka kasihi.

Sementara itu, para grup penolong telah memperluas usaha mereka untuk membantu para korban tsunami Indonesia seiring 50.000 orang dilaporkan menjadi tunawisma akibat tsunami.

Church World Service-Indonesia melaporkan hari Kamis bahwa mereka telah mulai membantu para korban bencana lewat dapur umum- menyediakan nasi, minyak goreng, telur, kecap, gula, air minum, mie instant, sayuran, dan minyak tanah untuk menolong 50 rumah tangga di desa Adipala, Cilacap, Jawa Tengah.

Grup tim respon darurat juga membawa makanan berupa biskuit bayi, minyak, makanan kalenng, mie instant, garam dan gula untuk kurang lebih 200 rumah tangga. Para tim termasuk spesialis air dan sanitasi dari Norwegian Church Aids yang akan membantu kebutuhan air dan sanitasi.

Pertolongan medis adalah fokus dari Operation Blessing International (OB), yang sampai di selatan Jawa untuk merawat para korban 10 jam setelah dilanda tsunami. Pada hari kedua, 10 dokter dan 4 perawat dari OB merawat 306 pasien di desa-desa sisi pantai barat Pangandaran.

“Orang-orang Indonesia menderita karena bencana Senin lalu dan menghadapi ketakutan atas apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata Presiden Operation Blessing, Bill Horan, hari Rabu seperti yang dilaporkan oleh OBI. “Tapi para tim Operation Blessing akan tetap tinggal di lapangan.”

Para tim OBI Indonesia menggunakan empat kendaraan untuk mengantar para korban yang terluka ke klinik dan mengantarkan paket darurat berupa makanan, air dan item-item pertolongan darurat untuk mereka yang selamat.

Pada hari Kamis, Catholic Agency for Overseas Development (CAFOD) melaporkan bahwa mereka telah mengirimkan dana bantuan $74.328 kepada partnernya, Jesuit Refugee Service, dan $55.746 kepada Karina-Kas, ordo setempat di keuskupan agung di Semarang, sebagai tambahan untuk mendistribusikan makanan, tenda dan obat-obatan lewat partner-partner Indonesianya.

Para kelompok Kristiani lain yang melayani para korban tsunami Indonesia termasuk Action by Churches Together (ACT) para anggota Yayasan Tanggul Bencana di Indonesia (YTBI-ACT) dan YAKKUM Emergency Aid (YEU-ACT) dan Catholic Relief Services.

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in society

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini