Survei LSI: 42,3 Persen Responden Keberatan Tempat Ibadah Agama Lain
Posted: Aug. 08, 2006 02:27:21 WIB
Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan 42,3 persen masyarakat keberatan bila penganut agama lain mendirikan tempat ibadah di lingkungannya.
Hal tersebut diungkapkan peneliti LSI Iman Suherman dalam diskusi "Media dan Keberagaman" di Teater Utan Kayu, Jalan Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur, Senin (07/08), detikcom memberitakan.
Survei yang membahas "Toleransi sosial masyarakat Indonesia" itu dilaksanakan di 33 provinsi dan diikuti 1.200 responden dengan sistem proporsional dan acak.
Hasil survei menunjukkan bahwa 42,3 persen masyarakat keberatan bila penganut agama lain mendirikan tempat ibadah di lingkungannya.
Sedangkan 38,1 persen masyarakat tidak keberatan pendirian rumah ibadah di lingkungannya.
Mengenai tingkat kepercayaan terhadap orang lain menunjukkan 87,6 persen masyarakat tidak percaya kepada orang lain. Sedangkan hanya 7 persen yang dapat percaya kepada orang lain.
Selanjutnya, tentang program-program yang diperjuangkan sebuah organisasi, hasilnya menunjukkan Nahdlatul Ulama (NU) diterima di 71,7 persen masyarakat, disusul MUI dengan 59,1 persen, dan FPI 16,9 persen.
"Angka-angka tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat masih tergolong rendah. Hal itu terlihat dari pihak yang menyataan keberatan terhadap pembangunan tempat ibadah, meski tidak besar," kata Iman.
Menurut dia, rendahnya 'social trust' menunjukkan hal yang buruk dalam kerjasama antarwarga dan menghambat solidaritas sosial.
"Organisasi keagamaan tradisional masih dominan. NU menempati peringkat teratas. 8 dari 190 orang Indonesia setuju terhadap hal-hal yang diperjuangkan NU," ujarnya.
Aktivis Lintas Agama, Musdah Mulia, menilai kebebasan agama hanya pada tataran simbolis dan legal formal.
"Pluralisme tidak hanya mengakui bahwa kita beda, akan tetapi harus dari kesadaran itu adalah keniscayaan," cetusnya.
Solusinya, menurut dia, dibutuhkan rekonstruksi budaya dari intoleran menjadi toleran.
"Yang terpenting mengganti buku agama teks sekolah yang bernada kebencian," kata Musdah. (detik)
Para pejabat penting di wilayah bekas konflik Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (5/9), menggelar rapat mendadak menyusul isu kerusuhan Poso menjelang Lebaran ini.
...