Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Tidak ada "Ibadah Liar" Di Negara Ini

Ariza Samuel
Reporter Kristiani Pos

Posted: Dec. 20, 2010 15:16:57 WIB

Jakarta - Menyikapi aksi sweeping terhadap ibadah Jemaat HKBP Betania, Gereja Kemah Injili Indonesia- Jemaat Filadelfia, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Pentakosta- Jemaat Immanuel, Gereja Pentakosta Tabernakel - Jemaat Maranatha, Gereja Pentakosta di Indonesia, Gereja Katolik (disegel) minggu 12/12, Juga Gereja Betel Injil Sepenuh dan Gereja Kristen Oikumene ( dulu pernah didemo) semuanya di Rancaekek - Bandung, majelis Pekerja Harian Persekutan Gereja-gereja di Indonesia(MPH PGI), dengan ini menegaskan bahwa tidak ada "Ibadah Liar" di Negara ini, yang dilakukan oleh anggota gereja-gereja di Indonesia. Jika terjadi sweeping oleh Islam(Garis), dengan ini kami mempertanyakan, apa wewenang kelompok terebut untuk melakukan aksi penertiban terhadap gereja-gereja yang sudah sekian lama mengurus izin pembangunan Rumah Ibadah, yang begitu sulit di Republik ini?

Terhadap aksi anarkis kelompok tersebut dengan ini Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia mendesak Pemerintah Republik Indonesia melalui Kepolisian Negera Republik Indonesia, untuk menghentikan aki anarkis terebut. Ketika pemerintah melalui aparat penegak hukum membiarkan aksi ini terus berlangsung, maka kami menilai pemerintah dengan sengaja membiarkan kewenangan hukumnya "dibajak" oleh kelompok masyarakat tertentu. Jika kondisi ini terus berlangsung, negara ini makin lama makin kehilangan kewibawaannya, dan pada akhirnya setiap orang boleh berbuat apa saja yang dikehendakinya

Keadaan ini dapat membawa Negara kepada kegagalan, hal yang sangat merugikan kita semua.

Sehubungan dengan fakta anarkisme yang dilakukan oleh FPI dan Garus terhadap 7 Gereja Rancaekek - Bandung dan sejumlah fakta penutupan dan pelarangan Ibadah yang tidak tersentuh hukum selama ini, dengan ini MPH PGI meminta gereja dan semua komunitas Kristen disekitar Jakarta dan Jawa tetap bersikap tenang, tidak melakukan tindakan-tidakan yang semakin memperkeruh suasana. Kita mendesak pemerintah untuk memperhatikan kewibawaannya dengan menegakan konstitusi yang menjamin kebebasan beragama dan beribadah.

Kedua hal ini menyangkut hak yang paling asasi dari manusia, maka kitapun menyeruhkan solidaritas dari setiap manusia yang berkehendak baik.

Demikian sikap dan seruan Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

Tuhan Yesus Kepala Gereja Memberkati kita semua.

Jakarta 14 Desember 2010

Pdt. Henrek Lokra, M.Si

Kepala Biro LITKOM PGI

Next Story : Kondisi Hati yang akan Membebaskan Anda

More news in opinion

Gereja Koptik Mesir Buka Hubungan dengan Ikhwanul Muslimin

Pemimpin Tertinggi Gereja Koptik Mesir untuk pertama kali melakukan pembicaraan telepon dengan Pemimpin Tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie, untuk memperkuat kerja sama, Senin (21/3). "Baba

Terpopuler

Headlines Hari ini