Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Perempuan Tolak Kekerasan Atas Nama Agama

Debora Rachel S.
Reporter Kristiani Pos

Posted: Nov. 27, 2010 14:37:30 WIB

Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi untuk Perempuan Cinta Damai melakukan unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia Kamis (25/11). Aksi yang didominasi oleh kaum Hawa tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Dalam aksinya, mereka menuntut diusutnya kasus-kasus kekerasan atas nama agama yang kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah. “Begitu banyak kasus kekerasan yang tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah, apalagi yang berbasiskan agama, ”ungkap seorang Orator dalam aksinya. Pemerintah juga dinilai memihak pada kelompok mayoritas saja dalam menata kerukunan antar umat beragama, sedangkan hak-hak minoritas dan perempuan sering dilanggar.

Wahid Institute mencatat banyak sekali kasus pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia (HAM). Pada tahun 2009, terdapat 35 kasus pelanggaran kebebasan beragama yang dilakukan oleh aparat negara. Dan ada sekitar 93 peristiwa intoleransi antar umat beragama yang diderita kelompok minoritas.

Di tahun 2010, tercatat terjadi persekusi dan penyerangan disertai pembakaran rumah dan tempat ibadah Jemaat Ahmadiyah, penyerangan terhadap Jemaah HKBP Bekasi, penutupan sejumlah gereja dan penurunan patung Budha di Tanjung Balai-Sumut.

Dwi Rubiyanti, Humas Aksi, mengatakan bahwa pemerintah gagal menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia. “Ada banyak sekali kekurangan pemerintah dalam hal penataan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Tidak adanya regulasi yang baik, kemudian tidak adanya sikap tegas dari aparat keamanan dan pembiaran-pembiaran terhadap tindakan anarkis yang melanggar kebebasan beragama dan HAM”, ungkapnya. Ia juga mengkritik UU no. 1 tahun 1995 tentang penodaan agama yang menurutnya sangat bias. “Orang sangat mudah mengatakan orang lain menodai agama. Tidak ada kata yang tegas tentang apa itu penodaan agama, dan sangat mudah dipelesetkan artinya”, tambahnya lagi.

Ia berharap dengan aksi ini masyarakat dan pemerintah semakin sadar akan pentingnya menghargai perbedaan. “Pemerintah harus berani dan tegas menindak setiap pelanggaran terhadap kebebasan beragama. Kalau bisa ditangkap saja para pelakunya”, tambah seorang ibu-ibu peserta aksi.

Sumber :seruu.com

Next Story : Syafii Maarif Raih Habibie Award untuk Perjuangan Toleransi Beragama

More news in society

Budaya Dihidupkan untuk Jaga Kerukunan

Tradisi budaya lokal masyarakat Maluku yang selama ini kurang berjalan baik perlu dihidupkan kembali agar tetap tercipta komunikasi timbal balik dalam menjaga kerukunan hidup antarumat beragama di daerah. ...

Terpopuler

Headlines Hari ini