Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Konflik Palestina-Israel Dalam Bingkai Perjanjian Lama


Posted: Jan. 23, 2009 21:40:18 WIB
konflik-palestina-israel-dalam-bingkai-perjanjian-lama

Yonky Karman , pengamat masalah sosial/Dosen Perjanjian Lama STT. Jakarta dalam acara Talk Show, Kamis(22/1) di Jakarta. (Foto: Kristiani Pos)

konflik-palestina-israel-dalam-bingkai-perjanjian-lama

Fariz Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, saat wawancara dengan wartawan. (Foto: Kristiani pos)

konflik-palestina-israel-dalam-bingkai-perjanjian-lama

Para pembicara yang hadir dalam acara

Pekembangan terakhir dalam kasus Palestina di Gaza menyebutkan bahwa pihak Israel telah menarik mundur tentaranya dari daerah konflik, ternyata bukanlah suatu akhir penyelesaian konflik Palestina-Israel. Masih ada beberapa hal yang perlu dibicarakan lebih lanjut dalam upaya pemecahan kemelut yang terjadi di Gaza.

Kamis (22/1) kemarin bertempat di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STT. Jakarta) berlangsung acara Talk Show yang membahas mengenai butir-butir pokok yang penting untuk dibicarakan lebih lanjut demi tercapainya penyelesaian konflik Palestina-Israel di Gaza.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut adalah: Fariz Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Franz Tumiwa (Asian Christian Service), Yonky Karman (Pengamat masalah sosial/Dosen Perjanjian Lama STT. Jakarta), dan M. Guntur Romli (pemerhati Politik Timur Tengah/ Jaringan Islam Liberal).

Menurut Fariz, ada tiga hal yang perlu dibicarakan bagi penyelesaian konflik yaitu yang pertama adalah mengenai perbatasan, yakni perbatasan mana yang akan digunakan. Bagi Israel hanya mengakui perbatasan yang ditetapkan setelah perang 6 hari pada Juni 1967 dan tidak mengakui perbatasan sebelum itu. Yang kedua adalah mengenai pengungsi yakni bagaimana dengan nasib 4 juta pengungsi Palestina yang tergusur setelah perang 1948, dimana Israel tidak mau menerima kembali 4 juta pengungsi Palestina di negaranya. Ketiga adalah masalah ibu kota, yang mana diusulkan Yerusalem menjadi ibu kota, dan menjadi kota bersama bagi Israel dan Palestina. Ketiga hal tersebut perlu dibicarakan lebih lanjut untuk mencarikan jalan keluar bagi permasalahan kedua belah pihak .

Dalam kesempatan yang sama Yonky Karman menyatakan bahwa Konflik Israel –Palestina bukan konflik Kristen-Islam, melainkan buah politisi zionisme kendati generalisasi bahwa Kristen bersekutu dengan Zionis. Pemerintah Israel berhasil menjual situs-situs wisata rohani dan akar Ibrani yang mmbuat orang Kristen merasa terkait secara spiritual dengan Israel modern.

Namun, sebagian orang Kristen gagal menarik garis batas antara Israel sebagai umat Allah (kelanjutan umat Perjanjian Lama) dan Israel sebagai negara modern (bukan kelanjutan Israel Perjanjian Lama).

Lebih lanjut Yonky Karman mengatakan bahwa Tuhan dalam Perjanjian Lama mengadakan perjanjian dengan Israel sebagai entitas umat yang terdiri dari semua orang Yahudi maupun non Yahudi (Rut, Naaman). Perjanjian tersebut tidak pernah dibatalkan (Roma 11: 28-29). Tetapi Allah tidak terikat dengan perjanjian dengan Israel, sebuah negara demokrasi sekuler, bukan pemerintahan teokratis.

Zionisme pada dasarnya sebuah gerakan politik sekuler dan Israel sebuah negara sekuler. Zionis Israel dengan cerdik memanfaatkan simbol dan legitimasi keagamaan untuk klaim-klaim politiknya, guna menggalang solidaritas Yahudi di seluruh dunia, terutama kaum religius konservatif,"urai Yonky.

Slogan-slogan yang mengatakan bahwa Palestina adalah negara Islam, menurut Fariz ini hanya omong kosong karena Palestina sejak dahulu adalah negara dari ketiga agama yakni Kristen, Islam, dan Yahudi dan di Palestina juga muncul nabi-nabi dari ketiga agama tersebut.

Secara terpisah terkait dengan pelantikan Barrack Obama sebagai presiden AS yang baru, Fariz mengatakan kepada wartawan bahwa Obama perlu untuk mempelajari dengan baik masalah perbatasan dalam hal penyelesaian konflik Gaza dan juga ditambahkan oleh Fariz bahwa pihaknya juga mendukung serta mendoakan presiden baru AS tersebut dan berharap agar Obama dapat benar-benar membawa perubahan sebagaimana janjinya.

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in africa

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini