(Photo: Tentara berjaga-jaga di luar gereja setelah diserang oleh sekelompok massa di Temanggung, 8 Februari 2011. REUTERS / Stringer)
Sebanyak seratus orang kader lintas agama se-Kota Bandung melakukan penjagaan di 25 gereja besar yang ada di Kota Bandung, untuk mengantisipasi kemungkinan teror dari pihak yang tidak bertanggungjawab.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS) Ki Agus Zenal Mubarok di Sekretariat Kantor Nahdatul Ulama (NU) Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/9), dikutip dari Tribun.com.
Ki Agus mengatakan, seratus kader tersebut ditempatkan di 25 gereja-gereja besar di Kota Bandung, dimana setiap gereja dijaga 2-4 orang.
Adapun tujuan dari tindakan ini, jelasnya, adalah untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristen dalam menjalankan ibadah serta melakukan deteksi dini terhadap setiap percobaan aksi kekerasan dalam bentuk apapun. Untuk itu, para kader lintas agama, lanjutnya, harus melaporkan ke pihak Kepolisian jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Sementara itu, Jopie Ratu dari Persatuan Gereja dan Perkumpulan Kristen (PGPK) Bandung menyambut positif dengan tindakan yang dilakukan oleh kader lintas agama se-Kota Bandung dan bersyukur dengan hal tersebut, dikutip dari detik.com.
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.