Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Afrika Menghadapi Krisis Karena Bantuan Habis Terbuang Percuma


Posted: Oct. 05, 2006 17:09:54 WIB

NAIROBI, Kenya - Jutaan penduduk Afrika menghadapi kekurangan makan yang dapat membawa pada kelaparan karena kebanyakan dari bantuan sebesar 5,6 miliar dolar yang dihabiskan setiap tahunnya terbuang percuma, demikian dikatakan oleh seorang relawan dari organisasi pemberi bantuan Selasa lalu.

Bantuan internasional tiba terlalu lambat, ini ditargetkan pada hal yang salah dan biasanya hanya berukuran jangka pendek yang tidak mengatasi akar penyebab kelaparan, kata UK CARE International dalam laporan terbarunya.

”Adalah suatu yang memalukan bahwa uang tetap diberikan terlalu telat dan untuk periode yang pendek seperti itu, kemudian dihabiskan pada hal yang salah untuk sungguh-sungguh memerangi keadaan darurat,” kata Geoferry Dennis, kepala eksekutif organisasi tersebut. ”Tidak ada alasan, dengan menghabiskan uang dengan lebih cerdas, kita bisa membawa akhir dari semuanya, terutama krisis makanan yang paling tak dapat diramalkan.”

Sebagai hasilnya, krisis bertumbuh dalam frekuensi, kata pemberi amal dalam laporannya, ”Hidup di Ujung Keadaan Darurat – Sebuah Agenda untuk Perubahan.”

Bantuan darurat untuk membantu Afrika telah meningkat dari awalnya 936 juta dolar pada 1997 menjadi 5,6 miliar dolar tahun lalu. Tapi jika para pendonor luar negri tidak mengubah cara bantuan digunakan, Afrika akan menghadapi ganjalan kelaparan dan ancaman mati kelaparan, menambah dalam kemiskinan dan konflik pada benua yang sudah tercipta sejak perang, kata laporan tersebut.

Dalam tahun terakhir, 35 juta orang di sebelah selatan dan barat Afrika dan sebelah utara Afrika menghadapi kelaparan.

CARE mengatakan bahwa bantuan seharusnya menjadi lebih teratur dan dapat diprediksikan, yang mentargetkan pada program pemulihan dan pencegahan seperti pendistribusian benih dan meningkatkan pelayanan dokter hewan, dan harus menyediakan pelatihan.

Organisasi ini juga mengatakan bahwa seringkali penyebab kelaparan massal bukan karena kekurangan makanan – tapi dikarenakan HIV/AIDS, perubahan iklim dan kekurangan uang untuk membeli makanan yang sudah tersedia di pasar-pasar, kata CARE.

Sebagai contohnya, AIDS diperkirakan akan membunuh satu dari lima petani Afrika bagian selatan pada 2020, lebih jauhnya menipiskan produksi makanan.

Ethiopia telah menderita krisis makanan hampir setiap tahun sejak 1986, akan tetapi penyediaan bantuan pengembangan jangka panjang Amerika Serikat untuk menghadapi kekurangan adalah kurang dari 1 persen dari bantuan darurat, yang mana bagi AS paling tinggi adalah sebesar 500 juta dolar setahun, kata laporan tersebut.

Pada tahun 2005 darurat kelaparan dalam negara Afrika Barat, Nigeria, penggunaan $1 per hari lebih awal dapat mencegah mal nutrisi di antara anal-anak, kata laporan tersebut. Bantuan yang terlambat berarti menghabiskan $80 untuk menyelamatkan nyawa seorang anak yang kekurangan gizi, dikatakannya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Copyright © 2006 The Associated Press. All rights reserved. The information contained in the AP News report may not be published, broadcast, rewritten or redistributed without the prior written authority of The Associated Press.

Next Story : Ditemukan, Kitab Kristiani Berilustrasi Pertama

Terpopuler

Headlines Hari ini