Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Pengkotbah 'Kemakmuran' Brasil – Korban atau Penipu?


Posted: May. 03, 2007 01:35:41 WIB

SAO PAULO, Brasil (AP) - Sebagai pasangan terkenal di Brasil yang saat ini menunggu persidangan penyelundupan uang, orang Brazil ramai memperbincangkan kasus suami istri Hernandes yang mirip kasus Jim dan Tammy Faye Bakker di Amerika.

Para pengikut setia memanggil mereka Rasul Estevam dan Uskup Sonia. Namun pihak berwenang Brasil mengatakan bahwa Estevam Hernandes Filho dan Sonia Haddad Moraes Hernandes menggunakan persembahan jemaat untuk membeli rumah-rumah mewah, peternakan kuda, dan properti mewah lainnya di Brasil dan Amerika Serikat.

Brasil saat ini berusaha mengekstradisi pasangan itu dari Florida, menunggu persidangan di Miami atas tuduhan menyelundupkan uang tunai sebesar $56.000 — termasuk $9.000 yang diselipkan di sebuah Alkitab dan $10.000 dalam ransel anak laki-laki mereka dalam penerbangan dari Sao Paulo.

Keduanya menyatakan tidak bersalah dan menjadi tanahan rumah di properti mewah mereka di Boca Raton. Pihak berwenang melacak keberadaan suami istri itu lewat gelang elektronik yang dipasangkan di pergelangan kaki mereka.

Mantan eksekutif pemasaran Xerox dan istrinya memulai Gereja Reborn in Christ di belakang sebuah restoran pizza di Sao Paulo. Dua dekade kemudian terbangun sebuah kekaisaran injili yang memiliki stasiun tv dan radio, perusahaan rekaman, koran, dan hak paten Brasil atas kata "injil".

Gereja itu mengklaim ratusan ribu pengikut di seluruh dunia dan mempunyai 1.200 gereja di Brasil, Amerika Serikat, Argentina dan Italia. Mereka mengadakan reli "March for Jesus" yang tahun lalu menarik 3 juta orang, dua kali lipat-nya dari tahun 2005.

Pengikut pasangan Hernandes melihat penangkapan di Florida dan dakwaan di Brasil bagian dari penganiayaan terhadap kaum injili di Brasil, negara mayoritas pemeluk Katolik Roma terbesar di dunia, dan membuktikan kekuatan jahat memang bekerja.

"Saya sulit membayangkan siapapun yang membangun gereja seperti ini bersalah atas kejahatan. Saya merasa rasul dan uskup tidak bersalah dan Yesus akan membuktikan kalau mereka tidak bersalah," kata Alessandra Vieira, seorang mahasiswi berusia 22 tahun, saat berdiri di depan gereja pusat yang megah di Sao Paulo memegang kalung dan gelang yang menunjukkan motto gereja itu, "Allah Beriman."

Namun penuntut umum Sao Paulo Jose Reinaldo Guimaraes Carneiro yang berusaha mengekstradisi pasangan Hernandes dengan dakwaan pencucian uang, penggelapan, dan pemalsuan uang, pasangan itu mengambil sumbangan jemaat untuk diri mereka sendiri. Sumbangan itu, menurut laporan pers setempat, berjumlah lebih dari $770.000 sebulan.

Pemerintah dan pihak gereja tidak mau berkomentar mengenai nilai aset Hernandes atau jumlah kekayaan pribadi mereka. Pengacara mereka di AS tidak mau berkomentar tentang kasus Florida dan pengacara mereka di Brazil tidak mau menjawab telepon.

Meluncurkan gereja itu pada tahun 1986, pasangan Hernandes mengkapitalisasi meningkatnya popularitas gereja-gereja Protestan injili dan mengundang jutaan orang melalui kebaktian-kebaktian dinamik yang menarik bagi anak muda, kelas menengah dan kelas pekerja di Brazil.

"Reborn in Christ adalah eksponen garis Pentekostal yang diciptakan televangelis Amerika seperti Rex Humbard, Jimmy Swaggart dan Jim dan Tammy Bakker," kata Edin Sued Abumanssur, seorang profesor agama di Universitas Katolik Sao Paulo. "Mereka semua mengotbahkan injil kemakmuran menurut siapa yang memberikan lebih ke Tuhan dan Gereja semakin besar kesempatan dia untuk menjadi makmur."

Jim Bakker dikirim ke penjara tahun 1986 karena menggelapkan uang sebesar $158 juta. Dia dibebaskan enam tahun kemudian.

Pesan kemakmuran semakin menarik di negara yang berpenduduk 187 juta dimana tingkat perbedaan antara kaya dan miskin-nya paling tinggi di dunia.

Menurut sensus yang dilakukan tahun 2000, 74 persen orang Brazil mengklasifikasikan diri sebagai Katolik Roma, turun dari 84 persen tahun 1990. Sekitar 15 persen mengklasifikasikan diri sebagai Protestan injili, naik dari 9 persen di sensus yang sama.

Dan dalam tujuh tahun sejak sensus terakhir, kata Abumanssur, menunjukkan pertumbuhan injili yang stabil. Injili adalah istilah yang digunakan di Brazil untuk mendefinisikan tubuh gereja non Katolik seperti Pentekosta, Baptis, Methodis dan Lutheran.

Reborn in Christ bukanlah gereja Brazil pertama yang dinodai skandal.

Awal tahun 90-an, Universal Church of the Kingdom of God, gereja injili terbesar di Brazil, diselidiki atas tuduhan penggelapan dan pengabaian pajak, tapi tidak terbukti. Gereja itu malah semakin bertambah kuat.

Saat ini gereja yang dikepalai Uskup Bishop Edir Macedo dan memiliki jaringan televisi, sebuah koran, beberapa stasiun radio itu, dipercaya mempunyai 5 juta pengikut, beberapa diantaranya adalah politisi dari partai-partai garis kanan.

Abumanssur mengatakan, karena sebagian pengikut melihat mereka sebagai martir, kasus pasangan Hernandes tampaknya tidak begitu merusak popularitas gereja. Kebanyakan dari mereka bahkan tidak peduli jika sumbangan yang mereka berikan digunakan untuk amal atau untuk membeli kapal pesiar mewah bagi pendiri gereja mereka, kata Abumanssur.

"Kebanyakan jemaat merasa ia menyelesaikan bagian dari kemakmuran dengan Tuhan saat ia menyimpan sumbangannya dalam amplop kontribusi," kata Abumanssur. "Apa yang terjadi atas uangnya setelah itu bukan persoalan bagi mereka."

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Associated Press Writer Curt Anderson contributed to this report from Miami.

Copyright © 2007 The Associated Press. All rights reserved. The information contained in the AP News report may not be published, broadcast, rewritten or redistributed without the prior written authority of The Associated Press.

Next Story : Argentina Sahkan Perkawinan Sejenis Pertama di Amerika Latin

Terpopuler

Headlines Hari ini