Filipina mengkhawatirkan sebanyak 1.000 orang tewas setelah seluruh desa di Marinduque disapu bersih tanah longsor dan banjir yang dipicu Topan Durian dan gereja-gereja saat ini bergabung dengan yang lain menghadapi tantangan berat untuk membangun kembali semua yang telah hilang.
Organisasi SEND International yang berpusat di AS telah bekerja di wilayah tenggara Manila itu selama bertahun-tahun ketika menemukan tempat itu diterjang angin berkekuatan 165 mil per jam.
Frank Severn melaporkan bahwa semua misionaris SEND yang ditugaskan di daerah itu selamat. “Kami bersyukur kepada Tuhan atas hal itu,” katanya.
Pulau Marinduque, tempat SEND telah bekerja selama bertahun-tahun, menerima pukulan langsung topan itu. Para saksi melaporkan, 80 persen rumah di sana tidak beratap saat ini, prospek yang menyedihkan bagi lebih dari 100.000 orang di pulau itu, lapor Mission Network News.
SEND menjalankan beberapa kamp Alkitab di pulau itu, salah satunya hancur total, artinya semua rencana untuk Natal, termasuk retret yang sudah direncanakan, ditunda.
“Saya yakin pelayanan-pelayanan gereja sangat terpengaruh oleh kejadian ini,” kata Severn.
Sementara masih terlalu dini untuk mengetahui perincian apa yang paling dibutuhkan, Severn mengungkapkan beberapa kebutuhan mendesak.
"Kamp perlu dibangun kembali dan saya yakin banyak gereja-gereja lain menghadapi kerusukan struktural di tempat mereka, dan juga orang percaya yang sekarang tidak mempunyai rumah lagi,” lapornya.
Stabilitas keuangan di pulau itu juga terlempar dalam ketidakpastian.
"Tanaman kelapa, yang merupakan ekonomi utama di pulau ini telah hancur, dan membutuhkan lima tahun untuk menghasilkan kembali dengan datangnya topan,” kata Severn. Kehilangan hasil kelapa bahkan juga dapat berdampak negatif terhadap pekerjaan-pekerjaan yang mendapat pendanaan lokal.
Severn meminta umat Kristiani untuk berdoa bagi penduduk pulau yang menghadapi kerusakan besar dan proses rekonstruksi yang sulit.
Ia mengatakan: “Pulau ini agak resistan terhadap Injil di masa lalu, namun dalam 10 tahun terakhir mereka menunjukkan pertumbuhan signifikan dan ini benar-benar terjadi di gereja nasional. Tolong berdoa agar Tuhan menggunakan peristiwa ini untuk membuka hati mereka terhadap Injil."
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.