Kelompok Bantuan Kristiani Mobilisasi untuk Topan Filipina
Ethan Cole Koresponden Kristiani Pos
Posted: Dec. 08, 2006 00:08:29 WIB
Hampir satu minggu setelah Topan Durian melanda Filipina, kelompok-kelompok Kristiani telah mendonasikan ratusan ribu dollar dan memobilisasikan tim-tim untuk menolong korban badai tropis yang hebat itu.
Organisasi-organisasi bantuan luar, di banyak kasus, memilih membantu partner-partner lokal secara finansial untuk fase bantuan awal. Christian Aid yang berpusat di Inggris berkomitmen bantuan awal sebesar $102.000 untuk penyediaan makanan dan air kepada para korban yang saat ini tidak mempunyai rumah lagi melalui partner-partnernya. Partner Christian Aid sepertu COPE dan Coastal Core bekerja di propinsi Albay yang paling parah kerusakannya, sementara partner lain seperti MACEC dan MAHAL menyediakan perawatan bagi keluarga-keluarga di Marinduque dan Mindoro.
Topan perusak itu menyapu wilayah tengah dan timur Filipina pada 30 November, menewaskan sebanyak 1000 jiwa, banyak yang masih terkubur dibawah lumpur dan batu-batu besar yang ditimbulkan tanah longsor karena hujan yang deras. Topan itu juga membawa turun lava dan batu-batu dari volkano Gunung Mayon ke desa-desa di propinsi Albay.
"Jumlah lava dan lumpur yang mematikan dari Gn. Mayon mempengaruhi delapan desa di wilayah itu, mengubur ataupun membanjiri ratusan rumah dan menelan ratusan orang," jelas Lem Rosellon, seorang anggota staf Christian Reformed World Relief Committee (CRWRC)-Filipina, dalam sebuah laporan, Selasa.
"Lava dan lumpur menjadi pemandangan yang mengerikan saat semakin banyak mayat ditemukan,” tambah Rosellon.
Kelompok-kelompok lain bekerja dengan partner-partner lokal termasuk Catholic Agency for Overseas Development (CAFOD) yang meminta $98.000 untuk membantu partner mereka, National Secretariat for Social Action-Justice and Peace (NASSA), dalam pendistribusian makanan, obat-obatan, jala nyamuk, selimut, kantong tidur, dan material untuk membangun tenda-tenda sementara diantara barang-barang lainnya.
Sementara itu, Catholic Relief Services berkomitmen $500.000 untuk membantu korban.
The Rev. Paul Dirdak, kepala eksekutif United Methodist Committee on Relief (UMCOR), menghubungi uskup-uskup United Methodist di wilayah yang terkena untuk menyediakan bantuan. UMCOR bekerja bersama dengan partner-partner mereka di Filipina untuk mengetahui kebutuhan mendesak para korban.
"Kami ingin memastikan gereja-gereja di Filipina berada dalam doa dan dukungan kami," kata Dirdak, Selasa.
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.