Gereja Mendukung, Ribuan Rakyat Filipina Menuntut Arroyo Mundur
Posted: Feb. 16, 2008 19:56:54 WIB
Ribuan pengunjukrasa menuntut Presiden Gloria Macapagal Arroyo mundur saat berunjukrasa di ibukota Filipina, Jumat.
Diperkirakan 10.000 orang, termasuk kelompok sayap kiri dan kelompok-kelompok yang didukung Gereja Katolik Roma, berunjukrasa di Makati, distrik keuangan. "Demo ini menunjukkan bahwa rakyat kembali bangkit dan siap mengambil tindakan politik," ujar Renato Reyes, sekjen sayap kiri Bayan.
Ribuan orang yang berkerumun di pusat kota itu praktis melumpuhkan segala aktivitas dan kegiatan lainnya. Warga yang melakukan aksi juga membentangkan spanduk, baliho, bahkan satu panggung yang semuanya berbunyi tuntutan mundur bagi Arroyo, menurut The Associated Press.
Demonstrasi itu berlangsung di tengah-tengah penjagaan ketat oleh pasukan keamanan setelah terbongkarnya rencana militan membunuh Arroyo. Namun jurubicara pihak oposisi mengabaikan dugaan itu dan menyatakan bahwa itu hanya sebagai pembenaran untuk pengetatan keamanan.
Pasukan militer Filipina lengkap dengan kendaraan-kendaraan lapis baja dikerahkan di ibukota Manila guna meningkatkan keamanan. Sedikitnya tiga kendaraan lapis baja dan sejumlah tentara telah tiba untuk memperkuat sejumlah prajurit yang sudah disebar di Manila. Jubir unit militer yang bertugas mengamankan ibukota, Kap Carlo Ferrer menyatakan ratusan pasukan dengan dukungan kendaraan lapis baja disiagakan dan mungkin akan dimobilisasi yang semuanya tergantung situasi.
Demo itu sendiri dipicu oleh dugaan korupsi yang dilakukan pejabat-pejabat tinggi dan suami Arroyo. Aksi itu meminta Arroyo mundur dari kepresidenan berkaitan dengan tuduhan-tuduhan terbaru, bahwa suaminya dan sekutu politiknya berusaha mengeruk jutaan dolar dalam bentuk suap dari satu transaksi perusahaan telekom dengan perusahaan Cina.
Arroyo membantah pihaknya berbuat salah berkaitan dengan transaksi senilai 329 juta dolar itu, untuk pembangunan jaringan nasional dengan perusahaan China milik negara ZTE. Presiden telah membatalkan transaksi tersebut berkaitan tuduhan-tuduhan suap.
Arroyo juga telah menyerukan lawan-lawan politiknya untuk menghentikan politisasi yang menuntut kemundurannya berkaitan dengan skandal suap. Arroyo, presiden sejak 2001, mengatakan korupsi adalah bagian hidup dari bangsa Filipina.
"Itu adalah fakta yang menyedihkan bahwa Filipina telah mewarisi politik yang korup. Sementara itu peninggalan tidak akan bisa disirnakan hanya dalam semalam, kami telah membuat langkah-langkah tegas," katanya dalam memberikan penjelasan keuangan kepada para investor, para diplomat dan pimpinan industri.
Pemeriksaan tuduhan suap di tubuh pemerintah telah diperiksa di Senat dan itu menghangatkan lagi penentangan terhadap Arroyo, yang lolos dari tiga kali upaya pemakzulan selama beberapa tahun terakhir, dan sedikitnya tiga rencana kudeta yang kemudian berlanjut kepada tuduhan-tuduhan korupsi.
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.