Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Rusia Akan Mengetatkan Kontrol Terhadap Misionaris Asing


Posted: Nov. 23, 2005 16:22:50 WIB

Pengakuan rencana Menteri Peradilan Rusia untuk mengetatkan kontrolnya terhadap organisasi-organisasi keagamaan asing di wilayah Rusia, telah menyebabkan sebuah kegemparan di sektor-sektor agama.

Pada hari Senin surat kabar di Rusia, Vedomosti, melaporkan bahwa Menteri Peradilan Rusia akan mengetatkan peraturan-peraturan untuk memberikan visa kepada para misionaris asing.

Agen pemerintah juga merencanakan untuk menyederhanakan proses untuk menekan pusat-pusat agama, dan untuk meningkatkan pita merah bagi registrasi dari organisasi-organisasi keagamaan, kata surat kabar itu.

Dokumen itu disiapkan dalam pertemuan Dewan Keamanan kementrian bulan Oktober, setelah membahas "Ekspansi kaum religius asing di Rusia."

Dalam dekade lalu, jumlah kaum beriman religius di negara itu tumbuh menjadi 69 dari 20, tulis Vedomosti. Larangan visa diajukan sebagai pilihan terbaik untuk mengontrol pertumbuhan organisasi-organisasi keagamaan.

Sejak tahun 2003, Menteri Peradilan telah memiliki kekuasaan untuk memutuskan apakah seorang warga asing diterima dalam wilayah Rusia.

Vedomosti melaporkan bahwa inisiatif kementrian, yang menghadapi studi dari Duma, atau badan Parlemen rendah, bertujuan untuk menghalangi organisasi-organisasi keagamaan apabila sebuah kejahatan dari sebuah "karakter ekstrimis" terbukti atas kelompok-kelompok tersebut, atau jika mereka melaksanakan aktivitas misi yang tidak sah.

Lebih lanjut, inisiatif itu dimaksudkan untuk membatasi agama tertentu dengan hanya satu pusat organisasi, dengan sebuah karakter yuridis, dalam wilayah Rusia. Dengan demikian, ke-40 organisasi Muslim ekstra yang tercatat resmi di Rusia akan harus dikombinasikan menjadi satu untuk mewakilkan mereka.

Sampai saat ini, Duma belum menerima perkataan dari inisiatif manapun untuk mengetatkan kontrol atas organisasi-organisasi keagamaan asing, kata Sergei Popov, kepala Komite Parlemen Rendah untuk Masalah Sosial dan Organisasi Keagamaan. Setelah berita di Vedomosti dikeluarkan, beberapa perwakilan agama mengatakan mereka tidak tahu apapun tentang dokumen itu.

Dalam pernyataan kepada Zenit, Romo Igor Kovalevsky, sekretaris jenderal dari Konferensi Waligereja Katolik Rusia, mengatakan bahwa "jika rencana ini dilaksanakan, akan ada ruang bagi bertambahnya birokrasi."

"Lebih lanjut, hal itu harus dipelajari secara terperinci, karena tanpa ragu hal itu menggambarkan aspek-aspek kontroversial, yang salah atau tidak diformulasikan dengan baik," tambahnya.

Romo Igor Byzhanov, sekretaris untuk Hubungan Antar-Kristiani dari Departemen Hubungan Keagamaan dari Patriark Moskow Gereja Orthodox Rusia, berkata: "Ini adalah peranan dari negara untuk mengatur, dengan satu atau cara lain, urusan-urusan negara dalam masalah agama."

"Diatas segalanya," katanya kepada Zenit News, "perhatian harus diambil dengan masuknya para misionaris dari sekte-sekte yang dapat menjadi, dalam sebuah kasus yang ekstrim, seperti Aum Shinrikyo." Aum Shinrikyo adalah kelompok yang meluncurkan sebuah serangan gas beracun di bawah tanah Tokyo pada tahun 1995, yang membunuh 12 orang dan melukai ribuan lainnya.

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in asia

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini