Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Mengarungi Badai dengan Iman

Pdt Albertus Patty
Koresponden Kristiani Pos

Posted: Sep. 08, 2011 12:49:49 WIB
mengarungi-badai-dengan-iman

sumber : Reuters

Menjalani hidup ini seumpama mengarungi samudera luas tanpa batas. Ketika layar terkembang dan perahu hidup bergerak mengarungi kehidupan untuk menggapai tempat yang dituju, jangan pernah mimpi perahu hidup kita bakal sepi dari badai cobaan dan tantangan.

Mengetahui dan menerima badai cobaan dan tantangan sebagai bagian hidup adalah kesadaran sekaligus kekuatan yang membuat hidup ini akan disongsong dengan realistis, dinamis, bahkan menggairahkan.

Kita tidak akan pernah menikmati indahnya panorama alam, mengetahui kekuatan diri kita dan, terutama, mengalami kasih dan pemeliharaan Allah bila kita takut mengarungi samudera hidup.

Tahukah Anda bahwa bagi seorang pelayar kehidupan, gelombang dan badai adalah ujian ketangkasan dan kekuatan. Badai adalah sarana memperkuat komitmen dan kejujuran.

Bagi kumpulan para pelayar, badai adalah kesempatan memperlihatkan kesetiaan dan keutuhan. Di tengah gelombang badai itulah persaudaraan dan cinta dibuktikan.

Dalam badai itu iman dan keyakinan dipertaruhkan. Oleh karena itu, badai bukan untuk dihindari, tetapi disongsong dan dihadapi dengan keberanian dan keteguhan. Kemenangan atas badai adalah sorak kegembiraan yang nikmat tiada tara. Sebaliknya, ketakutan menghadapi badai adalah kelemahan yang memalukan.

Ketakutan adalah musuh terbesar manusia! Jangan heran bila ketakutan sering menjadi motif dalam bertindak. Sebagian orang takut tidak naik kelas atau takut tak lulus ujian. Sebagian lagi takut kehilangan pekerjaan, juga takut tidak dipromosikan.

Sebagian yang lain takut tidak kawin, yang lain takut kawin. Memang, apa yang paling menakutkan dalam hidup bukanlah gelombang badai yang akan dihadapi, tetapi justru ketakutan itu sendiri!

Tanpa persoalan pun orang bisa tetap dilanda ketakutan. Ketika sudah dibekap ketakutan, orang menjadi serbasalah. Tidak berani berbuat ini, tidak mampu berbuat itu.

Otak buntu! Lidah kelu! Lutut bergetar! Napas ngos-ngosan! Lalu merasa kecil, ringkih, tak berdaya, frustrasi, putus asa. Iman pun pudar. Keyakinan runtuh! Lalu, persoalan terasa lebih besar. Sikap jadi aneh. Seperti murid-murid yang mengira Yesus adalah hantu.

Mereka berteriak-teriak tidak keruan, atau seperti Nabi Elia yang karena takut oleh ancaman Izebel, langsung frustrasi, lalu ingin mati. Hidup pun menjadi rentetan keluh kesah yang melumpuhkan bahkan membunuh kreativitas.

Bagi para pelayar kehidupan, ada satu aspek penting yang harus kita ingat. Apa? Sering langkah penting yang harus kita hadapi bukanlah gelombang badai di luar sana, tetapi badai ketakutan yang bergejolak di dalam diri kita.

Itulah sebabnya, ketika para murid berteriak ketakutan, yang Yesus pertama kali lakukan bukanlah menghentikan badai di luar sana, tetapi meredakan gelombang badai ketakutan di dalam diri mereka, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Matius 14:27).

Memang, kedahsyatan badai di luar sana bisa menggoyangkan perahu, tetapi kedahsyatan badai ketakutan bisa menghancurkan dan melunturkan iman dan keteguhan kita pada kuasa dan penyertaan Allah. Akibatnya, sama seperti para murid dan Nabi Elia, kita tidak dapat melihat dan merasakan kehadiran dan penyertaan-Nya.

Yesus katakan, ”Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Langkah pertama dan terpenting ketika Anda dilanda persoalan adalah bersikaplah tenang. Ketika tenang, Anda bisa berpikir jernih.

Lalu, Anda pun akan menjadi seniman yang memoles persoalan menjadi sebuah keindahan. Badai menjadi sarana mempertebal cinta, persaudaraan, dan solidaritas di antara sesama.

Ada aspek lain yang terutama yaitu bahwa badai yang dihadapi dengan iman yang teguh menjadi sarana untuk mengalami kehadiran Dia yang berkata: ”Ini Aku, jangan takut!”

Oleh karena itu, mulailah berani menerima kahadiran badai hidup sebagai bagian dari keindahan mengarungi samudera kehidupan. Mari hadapi badai kehidupan dengan ketenangan, kreativitas, keteguhan iman dan dalam solidaritas dengan sesama. Tuhan memberkati!

Next Story : Mesir Keluarkan Keputusan Melarang Diskriminasi

More news in hidup

Pembangunan Gereja di Cirebon Diprotes Warga

Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.

Terpopuler

Headlines Hari ini