Vaksin Kanker Merck Hadapi Pengawasan Ketat Kelompok Kristiani
Posted: May. 23, 2006 20:54:09 WIB
Vaksin untuk mencegah infeksi penyakit seksual yang paling umum menular di dunia saat ini berda di tengah-tengah perdebatan sebuah panel yang terdiri dari para ahli kesehatan di Amerika, walaupun ada tentangan yang kuat dari kelompok Kristiani yang khawatir hal itu akan menuntun pada seks bebas dan rasa aman yang palsu.
Usaha perusahaan obat untuk mendidik kelompok-kelompok Kristiani sementara menggembar-gemborkon penjualan vaksin yang tinggi -- untuk mencegah kanker leher rahim -- tampaknya telah memenangkan mereka.
Namun Merck pada akhirnya akan menemukan kekeras-kepalaan dari kelompok yang sama jika perusahaan itu berusaha mendapatkan ijin untuk menyebarkan vaksin itu ke sekolah-sekolah di Amerika. Sebuah langkah yang dianggap akan menghasilkan dukungan yang luas, dan inilah yang banyak ditentang oleh banyak kelompok.
Vaksin yang dikenal sebagai Gardasil itu diperkirakan mempunyai pangsa pasar potensial sekitar $2 juta di pasar A.S, mentargetkan empat tipe human papilloma virus, atau HPV yang disebarkan secara seksual dan dipercaya menjadi penyebab 70 persen kanker cervical dan 90 persen penyakit alat vital.
"Kita berpikir vaksin itu seharusnya tidak boleh diwajibkan di sekolah," kata Peter Sprigg, wakil presiden yang mengurus masalah kebijakan-kebijakan di Family Research Council, yang menghadiri pertemuan penasihat panel dari Food and Drug Administration (FDA) pada hari Kamis lalu.
Pandangan itu juga diiyakan oleh kelompok injili Kristiani Focus on the Family.
"Kami mendukung tersedianya vaksin itu secara luas, namun kami menentang ijin vaksin itu masuk ke sekolah," kata Linda Klepacki, seorang analis untuk kesehatan seksual bagi kelompok itu.
Agar Gardasil dapat dipakai secara luas, pertama-tama Merck harus memenangkan persetujuan FDA. Dan kemudian harus mendapatkan dukungan yang kuat dari Komite Penasihat Praktek Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices) di AS -- sebuah kelompok yang memberikan nasihat mengenai standar-standar imunisasi kepada Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS. Baik Merck dan analis tampaknya akan mempertimbangkan dukungan kuat.
Setelah itu, negara akan mempertimbangkan apakah vaksin itu diperlukan di sekolah.
"Ini adlaah penyakit yang benar-benar disebarkan secara seksual," kata Klepacki, tidak seperti gondok atau cacar yang dapat dibesarkan melalui kontak biasa. "Kami percaya bahwa orangtualah yang mempunyai keputusan akhir untuk memvaksinasi anaknya atau tidak."
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.