Pengasuh Yth,
Apa peran pemerintah atau LSM dalam meminimalisasi penyebaran HIV/AIDS? Sebab yang saya tahu, praktek prostitusi yang menjadi ladang subur penularan HIV/ADS terus berlangsung, sementara pemerintah terkesan kurang tegas dalam menyikapi permasalahan tersebut.
Toni, Malang
Jawab:
Toni, maaf, agaknya Anda sudah termakan mitos (anggapan yang salah) tentang HIV/AIDS yaitu mengaitkan penularan HIV dengan pelacuran. Tidak ada kaitan langsung antara prostitusi dengan penularan HIV. Di negara-negara yang tidak ada hiburan malam dan prostitusi pun banyak terdeteksi kasus HIV/AIDS. Di Arab Saudi, misalnya, data terakhir menunjukkan ada 8.000-an kasus HIV/AIDS yang dilaporkan.
Mitos inilah salah satu yang membuat kita terlena sehingga banyak orang yang tertular HIV tanpa disadarinya. HIV ada virus yang tergolong sebagai retrovirus yaitu virus yang dapat menggandakan diri di dalam sel-sel darah putih manusia. Dalam jumlah yang dapat ditularkan HIV di dalam badan orang yang HIV-positif terdapat dalam darah (laki-laki dan perempuan), air mani (laki-laki, dalam sperma tidak ada HIV), cairan vagina dan air susu ibu/ASI(perempuan).
Penularan HIV melalui darah yang mengandung HIV bisa terjadi melalui transfusi darah, jarum suntik, jarum tindik, jarum akupunktur, jarum tattoo, alat-alat kesehatan dan cangkok organ tubuh. Penularan melalui air mani dan cairan vagina yang mengandung HIV bisa terjadi melalui hubungan seks tanpa kondom di dalam atau di luar nikah pada heteroseks atau homoseks.
Penularan melalui ASI dapat terjadi melalui proses menyusui dari seorang ibu yang HIV-positif. Nah, jelas tidak ada kaitan langsung antara prostitusi dengan penularan HIV.
Yang menjadi persoalan besar adalah pemerintah sendiri justru menyuburkan mitos. Ketika menyampaikan pidato pada Hari AIDS Sedunia tanggal 1 Desember 2005 di Istana Negara Wapres Jusuf Kalla mengaitkan dosa (zina) dengan penularan HIV. Ini mitos. Ini menyesatkan. Inilah yang akan menjerumuskan banyak orang kelak karena di beberapa tempat ada zina yang ‘dihalalkan’ melalui nikah. Hubungan seks mereka sah, tapi penularan HIV tidak bisa dicegah kalau salah satu dari mereka HIV-positif. Mitos akan menjadi pemicu ‘bom waktu’ ledakan kasus HIV/AIDS di Indonesia.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk meningkatkan pemahaman terhadap HIV/AIDS, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) InfoKespro Jakarta bekerjasama dengan Kristiani Pos untuk menyuguhkan rubrik “Konsultasi HIV/AIDS” yang dimuat setiap minggu pada Kolom Kesehatan.
Bagi yang ingin mendapat jawaban secara langsung melalui surat silakan kirim pertanyaan dan prangko balasan Rp 7.500.
Pembaca Kristiani Pos yang pertanyaannya dimuat di rubik ini akan mendapatkan T-Shirt. Sertakan nama dan alamat yang jelas dalam surat.
Bagi yang tidak ingin namanya disebutkan secara lengkap akan ditulis inisial atau nama samaran. Konsultasi ini gratis. Kami menunggu pertanyaan Anda.
Pertanyaan via surat ke:
LSM InfoKespro
PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012
E-mail: infokespro@yahoo.com/Fax: 021 4704265
Redaksi Kristiani Pos
Wisma Benhil, Jl. Jend. Sudirman
kav. 36 Lt7-A2, JakPus
E-mail: info@christianpost.co.id
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.