Gerakan Penginjilan Baru Bertekad Jangkau 10 Juta Pria sampai 2015
Lillian Kwon Koresponden Kristiani Pos
Posted: Oct. 18, 2007 23:43:48 WIB
Sebuah gerakan Kristen yang baru dan segar untuk menjangkau kaum pria sedang bangkit di seluruh dunia. Dan dalam dekade berikutnya, para pendeta berharap menyaksikan kebangkitan besar kaum pria yang berikutnya.
Organisasi Christian Men's Network (CMN) merayakan hari jadinya yang ke 30 bulan ini di Dallas dan mendorong maju rencana ambisius untuk menjangkau 10 juta pria sampai tahun 2015.
“Cita-cita kami adalah membuat kepriaan dan keserupaaan dengan Kristus menjadi satu," said Paul L. Cole, president of CMN Worldwide.
Apakah itu pria di gereja, pria yang telah meninggalkan gereja, pria di pemerintahan, pria di berbagai aspek budaya, inisiatif CMN adalah semua hal untuk menjangkau pria melalui kurikulum berbasis biblikal.
“Kami percaya bahwa jika membangun pria yang kuat, anda membangun keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat akan membangun gereja-gereja yang kuat, dan gereja-gereja yang kuat akan merubah budaya,” kata Cole.
Dalam pertemuan tiga hari yang diberi nama cukup sesuai "The Lions Roar," para pria berkumpul untuk membicarakan mengenai pandangan-pandangan kemaskulinan dan kesuksesan dan bagaimana membawa dunia bagi Kristus dengan membangun pria yang saleh. Pertemuan itu merefleksikan gerakan pria Kristen yang lebih luas untuk menangkap kemasulinan yang banyak dirasakan orang hilang di gereja-gereja dan membangun pria meraih potensi penuh mereka di dalam Kristus.
Banyak pria belum pernah dilatih bagaimana menjadi seorang ayah, seorang suami, apalagi menjadi seorang pria, kata Cole. Dan kebanyakan pria didefinisikan oleh budaya yang mereka tinggali daripada budaya iman mereka, tambahnya.
Ayah Cole yang merupakan pendiri CMN, Dr. Edwin Louis Cole, menulis salah satu buku pertama tentang kemaskulinan dan isu-isu pria dalam gerakan pria Kristen sekitar tiga dekade lalu. Buku Maximized Manhood saat ini adalah buku mengenai pria yang paling banyak dibaca di seluruh dunia, menurut Paul Cole.
Sebelum kematiannya pada 2002, Edwin Cole mempunyai visi untuk membawa penjangkauan pria Kristen ke level berikutnya, percaya bahwa saat pria mulai atau “berani” untuk hidup oleh pesan di Alkitab, mereka akan membalikkan dunia, kata Paul Cole.
Harapannya adalah 10 juta orang dapat mengikuti semacam program mentoring atau pemuridan Kristen.
CMN meluncurkan inisiatif ini tiga tahun yang lalu di Brasil, dimana 100 gereja baru telah mendaftar setiap bulannya untuk mengikuti kurikulum CMN yang didasarkan pada tulisan-tulisan Cole almarhum. Saat ini, gerakan itu telah tersebar ke 62 negara termasuk Peru, Indonesia, dan Amerika Serikat. Untuk 15 bulan ke depan, kepala CMN Paul Cole akan mengunjungi 100 kota besar dan enam benua untuk bertemu dengan para pendeta dan pemimpin untuk meluncurkan inisitiatif ini di wilayah lokal mereka.
“Kebangkitan besar pria berikutnya harus dipimpin oleh pendeta karena mereka harus membangun gereja-gereja,” kata Cole, sambil menambahkan bahwa gerakan pria di Amerika Serikat sedang menurun dalam beberapa tahun terakhir, namun meledak di luar negeri.
“Kita harus membuat hal ini kembali berkobar.”
Dan seluruh kurikulum dan gerakan itu harus berdasarkan Firman.
“Tidak ada pria yang hidupnya bisa berubah di luar Firman Tuhan,” Cole menegaskan.
Forum strategis di Dallas itu menampilkan pemimpin gereja berpengaruh dari berbagai kelompok budaya yang berbeda, termasuk Sunday Adelaja, yang memimpin gereja terbesar di Eropa.
“Kami bertemu bukan karena pelayanan-pelayanan di AS mempunyai semua jawabannya,” kata Cole, “tapi karena pria dari seluruh penjuru dunia mempunyai jawabannya.”
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.