Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Bagaimana Memanfaatkan Millenial Bagi Kristus

Michelle Vu
Koresponden Kristiani Pos

Posted: Oct. 20, 2007 00:10:58 WIB

Millennial adalah generasi remaja yang bersemangat, optimistik, berpikiran global yang mampu mentransformasi dunia, kata kepala sebuah organisasi pelatihan pemimpin.

Akan tetapi, pemimpin misi saat ini harus mengerti budaya generasi ini untuk dapat memanfaatkan semangat mereka untuk mengubah dunia bagi Kristus.

"Dunia tempat mereka dibesarkan secara mendasar sangat berbeda dengan dunia kita dulu," kata Dr. Tim Elmore, pendiri dan presiden Growing Leaders, dalam pertemuan misi tahunan The Mission Exchange, bulan September lalu.

‘"Memang dalam beberapa hal tetap sama, dan keselamatanpun, syukur kepada Tuhan, masih ada, namun berbicara soal budaya dunia saat ini sangat berbeda," kata Elmore, yang juga turut dalam mendirikan ministry latihan kepemimpinan EQUIP.

Ia menunjuk pada beberapa perbedaan budaya seperti fakta bahwa beberapa penyanyi rap terkemuka saat ini adalah kulit putih, pemain golf nomor satu adalah kulit hitam, pemain tertinggi di NBA adalah dari etnis Cina, dan Rusia dan Cina melobi perdamaian dunia.

"Ini adalah dunia yang benar-benar berbeda dibandingkan yang saya tinggali dulu!" kata Elmore.

Ahli kepemimpinan itu menekankan pentingnya relevansi atau menggunakan apa yang kultural untuk menyatakan sesuatu yang kekal.

Yesus adalah contoh utama, yang menggunakan budaya pertanian pada masanya untuk mengekspresikan kebenaran kekal dari kasih Tuhan, kata Elmore.

Ia menggunakan akronim EPIC yang diciptakan teolog dan futuris Dr. Leonard Sweet untuk menjelaskan generasi ini dalam hal bagaimana berkomunikasi dengan mereka:

Experiential – Generasi ini lebih suka berkomunikasi lewat pengalaman. Mereka lebih baik dikomunikasikan lewat visualisasi daripada hanya pengajaran biasa.

Participatory – Mereka ingin berpartisipasi dalam hasil akhir. Itulah sebabnya acara realitas seperti American Idol begitu populer. Millennial ingin memilih dan menentukan siapa yang tinggal dalam acara.

Image rich – Mereka adalah generasi yang kaya akan citra. Sebuah survei terbaru menemukan bahwa Millennial menonton 35 film untuk setiap 1 buku yang mereka baca.

Connective – Generasi ini terhubung secara relasi dan teknologi. Mereka suka berbuat sesuatu dalam sebuah komunitas dan tetap terhubung secara online.

"Satu alasan mengapa mereka berpikir mereka dapat merubah dunia adalah karena mereka sudah berbicara dengan dunia," kata Elmore. "Mereka sudah pernah ke situs-situs, email, Facebooks, MySpace dan hal-hal semacam ini.

"Jadi ini bukan angan-angan yang mustahil bagi mereka karena mereka sudah berbicara dengan orang di Cina dan Indonesia," tambahnya.

Berhubungan dengan generasi ini sangat penting karena Millenial membuat setengah dari populasi dunia, kata Elmore. Rata-rata umur mereka baik di India dan Cina adalah pertengahan 20-an

"Itu adalah dunia yang sangat, sangat muda," Elmore menekankan. "Jika kita serius akan Amanat Agung kita harus serius akan generasi ini."

Guru kepemimpinan itu juga membuat daftar 10 karakteristik Millennial:

1. Mereka merasa istimewa dan dibutuhkan;

2. Mereka mencintai keluarga;

3. Mereka percaya diri;

4. Mereka tercandu akan media;

5. Mereka berorientasi tim;

6. Mereka global;

7. Mereka dibawah tekanan;

8. Mereka harmonis, toleran;

9. Mereka murah hati; dan

10. Mereka peraih yang optimistik.

"Mereka mungkin yang paling terdidik, orang dewasa yang paling baik bertingkah laku, optimistik akan masa depan," kata Elmore.

"Kita akan mengubah dunia pada hari Jumat siang," ia membayangkan mereka berkata.

"Ada rasa yang besar untuk ‘Ayo lakukan’ dalam tindakan dan interaksi."

Elmore menceritakan sekelompok Millennial yangt mengambil inisiatif untuk mengubah dunia meskipun mereka sangat muda.

Satu kisah adalah mengenai sekelompok anak sekolah dasar berusia 10-11 tahun di Colorado, AS, yang ditugaskan untuk menulis tentang Sudan. Setelah mereka menemukan bahwa perdagangan budak masih terjadi di Sudan, mereka menyingkirkan tulisan mereka dan bertanya apa yang bisa mereka lakukan untuk masalah tersebut. Mereka kemudian online dan menemukan situs sebuah organisasi yang membebaskan budak, mengumpulkan uang jajan bulanan bersama-sama dan mulai mengirim uang untuk membebaskan budak-budak di Sudan.

Kisah lain mengenai beberapa remaja dari Carolina Selatan, AS, yang mengumpulkan dan menghadiahkan sebuah cek senilai $300 ribu kepada Walikota New York beberapa tahun lalu. Anak-anak itu membaca di buku sejarah mereka bahwa setelah perang sipil masyarakat di New York memberikan sebuah truk pemadam kebakaran kepada masyarakat di Carolina Selatan karena merasa masyarakat disana membuthkannya. Anak-anak itu merasa New York mungkin membutuhkan mobil pemadam kebakaran setelah 9/11, jadi mereka membuat pengumpulan dana.

"Ini adalah pikiran yang sering mereka miliki," kata Elmore. "Saya berkata mari kita bimbing dan utus mereka untuk menyelesaikan pekerjaan itu (Amanat Agung). Kita mungkin tidak dapat melakukannya sendiri tapi kita menjadi pembimbing untuk anak-anak ini, yang dapat melakukannya."

Pada akhir presentasi, ia memberikan saran melalui akronim SUCCESS untuk dapat berkomunikasi secara efektif kepada Millennial.

Simple – Pesan harus dikurangi ke frase sederhana namun merupakan satu ide yang besar.

Unique – Elemen yang mengejutkan akan menyebabkan pendengar lebih mengingat pesan tersebut.

Concrete – Ide dalam tindakan konkrit dan hasil yang nyata adalah yang paling efektif.

Credible –Millennial harus melihat orang yang menyampaikan pesan benar-benar kredibel.

Emotional – Pesan perlu menyentuh emosi untuk mendapat keterlibatan.

Story – Harus ada gambaran agar pesan bisa diterima.

Satisfying – Pesan itu harus membahas pertanyaan 'Apakah hal ini dapat melaksanakan Amanat Agung?’ dan 'Apakah dapat menjawab kebutuhan manusia yang paling dalam?'"

Di AS sendiri, jika menggunakan statistik yang biasa dalam riset pasar, yaitu berdasarkan tahun 1978-2000, maka jumlah Generasi Y – generasi Millennial – diperkirakan sebanyak 76 juta.

Next Story : Pemerintah Bekasi Menyegel Gereja HKBP

Terpopuler

Headlines Hari ini