Keluarga korban mengampuni pelaku yang merampok dan membunuh keluarga Ham Ay Keng, pemilik Toko Cimahi di Kota Cimahi. "Kami memberikan pengampunan kepada siapapun, agar para almarhum dan almarhumah terlepas dari beban," kata Johannes, adik kandung Ham Ay Keng, saat upacara pemakaman korban di Taman Pemakaman Kristen Santiong, Cipageran, Cimahi, Minggu (29/8) siang.
Untuk proses hukum, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. "Pengampunan itu kami berikan secara rohani agar anggota keluarga kami bisa tenang. Hanya kalau proses hukum itu bukan kewenangan kami," ucap Johannes seusai pemakaman.
Sementara itu, Pendeta Joshua yang memimpin upacara, mengatakan, menerima kenyataan adanya anggota keluarga terdekat yang meninggal memang tak mudah. Namun, ia meminta, semua anggota keluarga yang ditinggalkan merelakan kepergian ketiga korban. "Karena ini adalah rencana Tuhan," kata pendeta dari Gereja Bethel Indonesia itu.
Toko itu dirampok dua bekas pegawainya, SH (18) dan TR (17) Kamis (26/8) dinihari lalu. Kedua perampok membunuh tiga anggota keluarga pemilik yakni Karnadi Unang, 59 tahun, Ham Ay Keng (55), dan Rudi Unang (27).
Kedua tersangka tertangkap di lokasi kejadian sekitar dua jam setelah perampokan. SH dan TR kini mendekam di se tahanan Kepolisian Resor Kota Cimahi.
Acara pemakaman itu dihadiri dua anak korban yang masih hidup yakni Tony dan Sherly, beserta kerabat dan handai-taulan. Upacara juga dihadiri Wanda, calon istri yang rencananya akan dinikahi Rudy Januari tahun depan.
Johannes mengatakan, Ham Ay Keng adalah kakak yang penuh kasih kepada keluarga dan perduli kepada orang lain. "Misalnya dalam urusan makan, almarhumah tak pernah membeda-bedakan antara sanak keluarganya dengan pembantu," kata Johannes.
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.