Palang Merah Indonesia(PMI) menyelenggarakan unit darah bergerak (mobile unit) ke gereja, vihara dan sekolah-sekolah non muslim tiap Sabtu dan Minggu selama bulan Ramadan untuk mengantisipasi minimnya stok darah menjelang Lebaran dan setelah Lebaran.
"Biasanya PMI mengalami kritis darah pada H-7 lebaran hingga H 7 lebaran," ujar Ketua PMI Cabang Kabupaten Tangerang Hani Heryanto kepada Tempo.
PMI Kabupaten Tangerang mengerahkan dua unit kendaraan yang akan bergerak ke vihara, gereja dan sekolah-sekolah non muslim yang ada di wilayah Tangerang pada hari Sabtu dan Minggu."Pada bulan puasa target sasaran donor darah PMI adalah non muslim dan pada Sabtu dan Minggu mereka lebih banyak beraktifitas ditempat ibadah dan sekolah," kata Hani.
Setiap bulannya, ia meneruskan, kebutuhan darah PMI Kabupaten Tangerang mencapai 2.800 hingga 3000 kantong darah. Jumlah yang ada saat ini, kata dia, hanya mencukupi kebutuhan hingga pekan ketiga Ramadan,"Untuk mengakali kekuranganya itu ya donor darah Sabtu Minggu itu,"
Hani mengakui, jika dibulan puasa pendonor darah akan menurun drastis dan hal ini berpengaruh pada stok darah PMI. Jauh hari sebelum puasa, PMI Kabupaten Tangerang telah menggenjot kegiatan donor darah seperti membuka gerai di sejumlah mal di Tangerang yaitu di Supermal Karawaci, Summarecon Mal Serpong, ITC BSD dan WTC Serpong.
PMI Mojokerto
Unit Pelayanan Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto, Jatim, juga menggelar donor darah di gereja dan vihara, menyusul pada bulan Ramadhan jumlah pendonor di kantor PMI dipastikan menurun drastis.
Kepala PMI Kota Mojokerto Widyastuti, Kamis mengatakan, pada bulan Ramadhan seperti saat ini jumlah pendonor darah cenderung mengalami penurunan yang cukup banyak, terutama pendonor dari warga Muslim.
"Jika pada hari biasa jumlah pendonor bisa mencapai seratusan orang, namun pada bulan Ramadhan seperti saat ini jumlah pendonor darah bisa dibilang tinggal puluhan orang saja," tuturnya kepada Antara.
Ia mengemukakan, penurunan jumlah pendonor darah di kantor PMI pada saat bulan Ramadhan itu sudah menjadi tradisi setiap tahun yang harus diantisipasi oleh PMI setempat.
"Salah satu antisipasi kurangnya jumlah pendonor darah pada saat bulan Ramadhan itu, di antaranya menggelar donor darah di gereja dan juga vihara dengan sasaran pendonor berasal dari warga non-muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah puasa," ucapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan donor darah yang dilakukan di gereja dan vihara sejak dua pekan lalu ini berhasil mengumpulkan sekitar 1.304 kantong darah.
"Kegiatan jemput bola dengan menggelar donor darah di Gereja dan Vihara ini rutin dilakukan menjelang dan pada saat pelaksanaan bulan puasa," paparnya.
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.